Unand Hadirkan Wawasan Neuroleadership dalam Kuliah Umum Dies Natalis ke-70

  • 18 Jun 2026 08:43 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Universitas Andalas (Unand) menggelar kuliah umum bertajuk “Neuroleadership Insight for Strengthening Art in Language and Decision Making” di Ruang Sidang Senat setempat, Rabu, 17 Juni 2026. Kegiatan ini digelar sebagai bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-70.

Kegiatan yang dibuka Wakil Rektor III Unand, Dr. Edmi Edison, M.D., Ph.D. menekankan pentingnya kemampuan komunikasi dan pengelolaan emosi dalam kepemimpinan. Kemampuan berkomunikasi dan mengelola emosi menjadi faktor utama yang menentukan efektivitas seorang pemimpin.

Dr. Edmi menjelaskan, kepemimpinan dan manajemen memiliki fungsi yang berbeda dalam sebuah organisasi. Seorang pemimpin bertugas memastikan organisasi bergerak ke arah yang benar, sedangkan manajemen berperan menjalankan pekerjaan secara efektif dan sesuai prosedur untuk mencapai tujuan.

Ia menyebutkan kemampuan berkomunikasi sebagai faktor utama yang menentukan kualitas seorang pemimpin. Menurutnya, anggapan bahwa dominasi otak kanan atau otak kiri menentukan kemampuan memimpin merupakan pemahaman yang kurang tepat.

“Dominasi otak kanan dan kiri tidak berkaitan langsung dengan kemampuan kepemimpinan seseorang. Yang lebih menentukan adalah bagaimana seseorang mampu berkomunikasi dan menyampaikan gagasan secara efektif,” ucapnya.

Edmi menjelaskan pusat berpikir kritis, logika, dan pengambilan keputusan berada pada bagian prefrontal cortex, sedangkan pembagian fungsi otak kanan dan kiri lebih berkaitan dengan bahasa. Karena itu, kemampuan memimpin tidak dapat diukur dari dominasi salah satu belahan otak.

“Ketika berkomunikasi secara langsung, kita menggunakan lebih banyak fungsi otak karena pesan disampaikan melalui kata-kata, ekspresi, intonasi, dan bahasa tubuh secara bersamaan. Komunikasi tatap muka lebih efektif dibandingkan komunikasi daring karena memungkinkan pesan diterima secara lebih utuh," ujarnya.

Dalam sesi tersebut, Dr. Edmi juga memaparkan cara kerja otak dalam menerima informasi serta pentingnya mengendalikan emosi saat mengambil keputusan. Seorang pemimpin disarankan memberi jeda sebelum membuat keputusan penting, menjaga waktu istirahat yang cukup, dan memahami cara kerja otak agar mampu memimpin secara objektif, produktif, serta tidak mudah dipengaruhi emosi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....