Pemko Padang Siapkan Perizinan Kawasan Wisata Terpadu Padang Sarai
- 17 Jun 2026 16:55 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Pemerintah Kota Padang menyambut komitmen investasi senilai Rp2,2 triliun untuk pengembangan Kawasan Wisata Terpadu (KWT) di Padang Sarai. Sebagai bentuk dukungan terhadap realisasi investasi tersebut, Pemko Padang menyiapkan berbagai fasilitas perizinan guna memastikan pembangunan kawasan wisata dapat berjalan lancar dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Padang, Fauzan Ibnovi, kepada RRI di Padang, Rabu 17 Juni 2026 mengatakan terkait rencana pembangunan KWT Padang Sarai, saat ini telah dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara pemilik lahan dengan calon investor.
Menurut Fauzan, Pemerintah Kota Padang berkomitmen memberikan kemudahan layanan investasi dan perizinan sebagai bagian dari upaya mendorong hilirisasi ekonomi di sektor pariwisata. "Pemko Padang mendukung penuh investasi yang memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah. Kami memastikan proses perizinan dilakukan secara aman, transparan, dan akuntabel sehingga investor memiliki kepastian dalam berusaha," ujarnya.
Ia menjelaskan, Kawasan Wisata Terpadu Padang Sarai dirancang sebagai ekosistem pariwisata modern yang terintegrasi. Investasi sebesar Rp2,2 triliun tersebut akan direalisasikan secara bertahap, mencakup pembangunan hotel, resort, serta berbagai sarana rekreasi yang mendukung pengembangan kawasan wisata pesisir.
Selain itu, proyek juga akan meliputi pembangunan pusat komersial dan kuliner, penyediaan gedung komersial terpadu, hingga pusat kebudayaan modern yang diharapkan menjadi daya tarik baru bagi wisatawan yang berkunjung ke Kota Padang.
Fauzan menilai, apabila proyek investasi tersebut berjalan sesuai tahapan perencanaan, maka dampaknya akan sangat besar bagi pertumbuhan ekonomi Kota Padang. "Investasi ini akan menciptakan multiplier effect bagi perekonomian daerah. Tidak hanya meningkatkan aktivitas sektor pariwisata, tetapi juga membuka peluang usaha baru dan memperkuat ekonomi masyarakat," katanya.
Ia menegaskan, investor nantinya juga diharapkan melibatkan koperasi dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal dalam rantai pasok operasional kawasan wisata. Langkah tersebut bertujuan agar manfaat investasi dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat Kota Padang.
Selain pemberdayaan UMKM dan koperasi, proyek tersebut juga diproyeksikan mampu menyerap ribuan tenaga kerja lokal, baik pada tahap pembangunan fisik maupun ketika kawasan wisata mulai beroperasi secara penuh.
Lebih jauh, keberadaan Kawasan Wisata Terpadu Padang Sarai juga diperkirakan akan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru yang dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Padang melalui sektor pajak hotel, restoran, dan retribusi hiburan dalam jangka panjang.
Fauzan berharap, dengan skema pendanaan yang dilakukan secara bertahap, pembangunan kawasan wisata dapat berjalan secara berkelanjutan tanpa mengabaikan daya dukung lingkungan di sekitar kawasan. "Harapan kami, investasi ini tidak hanya menghadirkan kawasan wisata modern, tetapi juga mampu menjaga keseimbangan lingkungan serta memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat Kota Padang," tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....