Wawako Payakumbuh Tekankan Peran Orang Tua dan Guru Bentengi Anak di Era Digital
- 17 Jun 2026 04:34 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang – Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman menekankan pentingnya sinergi antara orang tua dan guru dalam membimbing serta mengawasi anak-anak menghadapi perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi pembina Apel Akbar Lembaga Didikan Subuh (LDS) Kota Payakumbuh yang digelar di halaman Balai Kota Payakumbuh, Selasa, 17 Juni 2026.
Menurut Elzadaswarman, kemajuan teknologi memberikan banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari. Namun di sisi lain, perkembangan tersebut juga menghadirkan berbagai tantangan yang perlu diantisipasi melalui pengawasan dan pembinaan yang tepat.
Ia mengatakan, keluarga tetap menjadi benteng utama dalam membentuk karakter dan perilaku anak di tengah semakin luasnya akses terhadap perangkat digital dan media sosial. “Tugas pembinaan anak bukan hanya tugas guru, tetapi juga orang tua. Anak-anak sekarang mempunyai tantangan yang berbeda dengan zaman dahulu. Tantangan terbesar mereka adalah kemajuan teknologi informasi,” katanya.
Elzadaswarman menilai kemudahan akses informasi dan komunikasi harus diimbangi dengan kemampuan menyaring berbagai pengaruh yang dapat berdampak negatif terhadap perkembangan anak. Karena itu, orang tua diharapkan lebih aktif mengawasi penggunaan gawai dan media sosial oleh anak-anak. “Pandailah mengontrol mereka sehingga tidak terjebak dalam pengaruh negatif teknologi yang bisa diakses secara bebas,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pembinaan generasi muda membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Guru berperan menanamkan ilmu pengetahuan, nilai agama, dan moral, sementara orang tua menjadi pendamping utama dalam membentuk kebiasaan serta karakter anak dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, keberadaan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) dan Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) masih memiliki peran strategis dalam memperkuat pendidikan keagamaan di tengah tantangan era digital.
“Pembinaan generasi muda sangat penting. Untuk itu peran TPQ sebagai pelopor pendidikan agama di usia dini sangat dibutuhkan sebagai peletak dasar keimanan sekaligus benteng dari berbagai pengaruh negatif,” katanya.
Elzadaswarman menambahkan, kualitas generasi masa depan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh kekuatan karakter, akhlak, dan ketahanan moral dalam menghadapi perubahan sosial yang berlangsung cepat. Karena itu, Pemerintah Kota Payakumbuh terus mendorong kolaborasi antara keluarga, sekolah, TPQ, MDTA, tokoh agama, dan masyarakat sebagai bagian dari upaya bersama membangun sumber daya manusia yang unggul dan berakhlakul karimah.
“Pembinaan TPQ sangat dibutuhkan untuk mencetak generasi yang berakhlakul karimah. Agar generasi muda memiliki landasan agama yang kuat dalam menghadapi tantangan zaman,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Elzadaswarman juga menyampaikan apresiasi kepada Panitia Hari Besar Islam (PHBI), pengurus LDS Kota Payakumbuh, serta para guru TPQ dan MDTA yang selama ini konsisten membina anak-anak melalui pendidikan agama. Ia berharap sinergi antara keluarga, lembaga pendidikan, dan pemerintah terus diperkuat sehingga anak-anak Payakumbuh dapat tumbuh menjadi generasi yang beriman, berkarakter, serta mampu memanfaatkan teknologi secara bijak dan produktif.
“Kami berharap sinergi antara orang tua, guru, TPQ, MDTA, dan pemerintah terus terjalin kuat. Sehingga anak-anak Payakumbuh tumbuh menjadi generasi yang beriman, berakhlakul karimah, serta mampu menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan jati dirinya,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....