TNI Bangun Empat Jembatan di Dharmasraya Jawab Kebutuhan Masyarakat

  • 17 Jun 2026 00:06 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - TNI Angkatan Darat membangun empat jembatan di Kabupaten Dharmasraya tahun ini, terdiri dari tiga unit Jembatan Aramco dan satu jembatan gantung di wilayah yang selama ini terisolasi. Salah satunya Jembatan Aramco di Nagari Lubuk Karak, yang diresmikan Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani, Senin, 15 Juni 2026.

Annisa megnatakan kehadiran jembatan ini menjawab kebutuhan mendesak warga Nagari Lubuk Karak yang selama ini harus menghadapi risiko saat menyeberangi Batang Siraho. Para pelajar yang setiap hari menuju sekolah menjadi kelompok yang paling merasakan manfaat langsung dari jembatan tersebut.

"Dengan adanya jembatan ini, akses masyarakat menjadi lebih mudah, aman, dan nyaman. Terutama bagi anak-anak yang setiap hari menempuh perjalanan menuju sekolah," ujar Annisa.

Selain di Lubuk Karak, TNI AD juga membangun dua unit Jembatan Aramco di Nagari Banai, Kecamatan Sembilan Koto, serta satu unit jembatan gantung di Nagari Ampang Kuranji, Kecamatan Koto Baru. Keempat infrastruktur ini dibangun dalam satu tahun anggaran sebagai bagian dari program pembangunan jembatan oleh TNI AD yang mendapat dukungan Presiden Prabowo Subianto.

Annisa menjelaskan sebelumnya memberikan usulan kepada pemerintah pusat yang kemudian mendapat respons melalui program TNI Manunggal Membangun Desa. Annisa menyampaikan terima kasih kepada Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol Mayjen TNI Arif Gajah Mada, Danrem 032/Wirabraja Brigjen TNI Mahfud, dan Dandim 0310/SSD Letkol Czi Joko Stradona atas dukungan tersebut.

Sementara itu, Lettu Magel Hendri mewakili Dandim 0310/SSD menegaskan pembangunan jembatan merupakan wujud nyata pengabdian TNI kepada masyarakat sekaligus bentuk dukungan terhadap percepatan pembangunan daerah. Kehadiran infrastruktur ini diharapkan membuka keterisolasian wilayah yang selama ini menjadi penghambat akses pendidikan, kesehatan, dan ekonomi warga.

Keempat jembatan yang dibangun TNI di Dharmasraya diharapkan memperkuat konektivitas antarwilayah dan mendorong percepatan pembangunan di daerah-daerah yang sebelumnya sulit dijangkau. Sinergi antara pemerintah pusat, TNI, dan pemerintah daerah dalam membuka akses wilayah terpencil ini menjadi model yang diharapkan dapat direplikasi di kabupaten-kabupaten lain di Sumatera Barat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....