Padang Panjang Dorong Masjid Jadi Pusat Edukasi dan Mitigasi Bencana

  • 07 Jun 2026 12:35 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang – Pemerintah Kota (Pemko) Padang Panjang mendorong penguatan peran masjid sebagai pusat edukasi, penyebaran informasi, dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana. Langkah ini dinilai penting mengingat Padang Panjang merupakan daerah yang memiliki kerentanan terhadap berbagai potensi bencana alam.

Penguatan fungsi masjid tersebut menjadi salah satu fokus dalam Focus Group Discussion (FGD) PJKIP Bulan Mitigasi Bencana Satu Abad Gempa Padang Panjang 1926 yang mengangkat tema "Peran Masjid dalam Mitigasi dan Kesiapsiagaan Bencana". Kegiatan itu berlangsung di Hall Lantai III Balai Kota Padang Panjang, Sabtu, 6 Juni 2026.

Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis mengatakan, peringatan satu abad Gempa Padang Panjang 1926 harus menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi bencana. Hal ini harus menjadi fokus dan perhatian.

Menurutnya, upaya membangun budaya mitigasi tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Dalam hal ini, masjid dinilai memiliki posisi strategis karena menjadi pusat aktivitas umat yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

“Padang Panjang merupakan daerah yang memiliki kerentanan terhadap berbagai potensi bencana alam. Oleh karena itu, diperlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk masjid sebagai pusat aktivitas umat, untuk menjadi bagian dari sistem mitigasi dan kesiapsiagaan bencana yang terintegrasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, selain sebagai tempat ibadah, masjid juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi kebencanaan yang efektif. Melalui jaringan masjid yang tersebar hingga tingkat lingkungan, informasi mengenai mitigasi dan langkah-langkah penyelamatan diri dapat disampaikan secara lebih luas dan berkelanjutan kepada masyarakat.

Sementara itu, Ketua Panitia, Eko Susilo, juga menilai masjid memiliki kedekatan yang kuat dengan masyarakat sehingga berpotensi menjadi pusat informasi dan pemberdayaan warga dalam menghadapi berbagai risiko kebencanaan. Penguatan fungsi tersebut diyakini dapat membangun kesadaran kolektif yang lebih baik terkait pentingnya kesiapsiagaan bencana.

"Masjid merupakan institusi yang dekat dengan masyarakat. Melalui penguatan fungsi masjid, kita dapat membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya mitigasi bencana sehingga masyarakat lebih siap menghadapi berbagai potensi risiko yang dapat terjadi sewaktu-waktu," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....