Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Pemko dan PJKIP Dorong Optimalisasi Peran Masjid

  • 07 Jun 2026 04:04 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang Panjang - Pemerintah Kota Padang Panjang bersama Perkumpulan Jurnalis Keterbukaan Informasi Publik (PJKIP) Kota Padang Panjang mendorong penguatan peran masjid sebagai pusat edukasi dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana melalui Focus Group Discussion (FGD) Bulan Mitigasi Bencana Satu Abad Gempa Padang Panjang 1926. Kegiatan yang mengusung tema "Peran Masjid dalam Mitigasi dan Kesiapsiagaan Bencana" tersebut berlangsung di Hall Lantai III Balai Kota, yang dibuka Wali Kota Hendri Arnis, Sabtu 6 Juni 2026.

Dalam sambutannya, Wako Hendri menegaskan, peringatan satu abad Gempa Padang Panjang 1926 harus menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap berbagai potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Menurutnya, sebagai daerah yang berada di kawasan rawan bencana, Padang Panjang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam membangun budaya mitigasi yang kuat dan berkelanjutan.

"Padang Panjang merupakan daerah yang memiliki kerentanan terhadap berbagai potensi bencana alam. Oleh karena itu, diperlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk masjid sebagai pusat aktivitas umat, untuk menjadi bagian dari sistem mitigasi dan kesiapsiagaan bencana yang terintegrasi," ujarnya.

Hendri menilai masjid memiliki posisi strategis karena menjadi pusat aktivitas masyarakat yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sarana edukasi dan penyebaran informasi kepada masyarakat. Melalui pemanfaatan fungsi tersebut, edukasi kebencanaan dapat menjangkau masyarakat hingga tingkat paling bawah sehingga pemahaman mengenai mitigasi dan kesiapsiagaan bencana dapat tumbuh lebih luas dan merata.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir berbagai gagasan dan rekomendasi strategis yang dapat diterapkan dalam penguatan peran masjid sebagai bagian dari sistem mitigasi bencana daerah. Dengan sinergi antara pemerintah, tokoh agama, akademisi, komunitas, dan masyarakat, Padang Panjang diharapkan mampu menjadi kota yang semakin tangguh dan siap menghadapi tantangan kebencanaan di masa depan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Eko Susilo menyampaikan, masjid memiliki kedekatan yang kuat dengan masyarakat sehingga berpotensi menjadi sarana efektif dalam membangun kesadaran kolektif terkait pentingnya mitigasi bencana. Menurutnya, selain sebagai pusat ibadah, masjid juga dapat berfungsi sebagai pusat informasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat dalam menghadapi berbagai risiko kebencanaan.

"Masjid merupakan institusi yang dekat dengan masyarakat. Melalui penguatan fungsi masjid, kita dapat membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya mitigasi bencana sehingga masyarakat lebih siap menghadapi berbagai potensi risiko yang dapat terjadi sewaktu-waktu," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....