Harga Komoditas Pokok Naik, Inflasi Sumbar Tembus 3,91 Persen

  • 02 Jun 2026 11:02 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat (Sumbar) mencatat, daerah ini mengalami inflasi secara tahunan (year-on-year) sebesar 3,91 persen pada Mei 2026. Kenaikan harga berbagai komoditas pokok memicu lonjakan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 108,69 pada Mei 2025 menjadi 112,94 pada Mei 2026.

Inflasi y-on-y Sumbar pada Mei 2026 menempatkan daerah ini pada 10 besar provinsi dengan inflasi tertinggi secara nasional. Kepala BPS Sumbar, Nurul Hasanudin mengatakan, nilai inflasi di Sumbar relatif tinggi secara wilayah di pulau Sumatera, namun, masih terkendali.

“Inflasi ini menjadi perhatian karena Sumbar tertinggi ke-10 dari provinsi yang ada di pulau Sumatera. Namun, secara nasional memang inflasi Sumbar masuk ke rata-rata tinggi karena lebih dari 3,5 persen, perlu atensi khusus terhadap stabilisasi inflasi secara tahunan,” katanya, Selasa, 2 Juni 2026.

Nurul Hasanudin mengatakan, komoditas yang dominan memberikan andil terhadap inflasi y-on-y pada Mei 2026 yakni, emas perhiasan, beras, cabai merah dan Sigaret Kretek Mesin (SKM). “Dari empat kabupaten dan kota inflasi, Pasaman Barat adalah yang tertinggi, dengan andil inflasi mencapai 1,03 persen dengan komoditas cabai merah, yang disana juga memberikan andil inflasi di Sumbar,” ujarnya.

Hasan menjelaskan, inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya 11 kelompok pengeluaran. “Dari sektor pengeluaran, paling besar dipengaruhi oleh makanan, minuman dan tembakau,” katanya.

Sementara itu, menurutnya, beberapa komoditas tercatat juga memberi andil deflasi atau penurunan tekanan harga. Komoditas itu antara lain, kentang, bawang putih, kelapa, santan segar, sabun cair pencuci piring, susu bubuk, serta udang basah. Sementara, secara bulanan atau month to month (m-to-m), Provinsi Sumbar mengalami inflasi sebesar 0,90 persen pada Mei 2026 dan inflasi year to date (y-to-d) hingga Mei 2026 tercatat 0,47 persen.

Hasan menambahkan, seluruh wilayah cakupan IHK di provinsi tersebut mengalami inflasi tahunan pada Mei 2026. Data inflasi Sumbar menunjukkan pergerakan harga masih terjadi di berbagai kelompok pengeluaran hingga Mei 2026, dengan Dharmasraya menjadi daerah dengan tingkat inflasi tertinggi di Sumbar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....