Triwulan Pertama, Anggaran Bansos Mengalir Rp65 Miliar Lebih ke Padang

  • 31 Mei 2026 19:33 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang – Pemerintah Kota (Pemko) Padang terus memperkuat jaring pengaman sosial bagi masyarakat melalui sinergi dengan Kementerian Sosial (Kemensos) RI. Hingga Triwulan pertama Tahun 2026, total dukungan anggaran bantuan sosial (bansos) yang mengalir ke Kota Padang mencapai Rp65,99 miliar untuk penanganan korban bencana dan bantuan reguler bagi keluarga penerima manfaat.

Kepala Dinas Sosial Kota Padang, Eri Sendjaya, menyebutkan dukungan anggaran tersebut menjadi bukti kuatnya kolaborasi pemerintah pusat dan daerah dalam memastikan bantuan sosial hadir tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan. “Sinergi antara Pemko Padang dan Kemensos RI berjalan sangat baik,” katanya di Padang, Minggu 31 Mei 2026.

Dari total anggaran tersebut, sebesar Rp9,81 miliar dialokasikan khusus untuk penanganan pascabencana banjir dan tanah longsor melalui dana APBN Kemensos. Bantuan tersebut telah menjangkau 730 kepala keluarga (KK) dengan sejumlah skema perlindungan sosial, mulai dari santunan ahli waris, jaminan hidup, hingga bantuan isi hunian dan stimulan ekonomi.

Rinciannya, santunan ahli waris mencapai Rp165 juta bagi 11 jiwa, masing-masing menerima Rp15 juta. Kemudian Jaminan Hidup (Jadup) sebesar Rp3,8 miliar untuk 730 KK atau setara 2.819 jiwa dengan indeks Rp15 ribu per jiwa selama tiga bulan.

Sementara itu, bantuan isi hunian dan stimulan ekonomi mencapai Rp5,84 miliar untuk 730 KK. Setiap keluarga menerima Rp8 juta yang terdiri atas Rp3 juta untuk kebutuhan isi hunian dan Rp5 juta sebagai stimulan ekonomi.

“Tak hanya mengandalkan dukungan pusat, Pemko Padang juga mengalokasikan dana tanggap darurat sebesar Rp2 miliar dari APBD. Ini untuk mempercepat penanganan warga terdampak bencana,” katanya.

Meski demikian, Eri mengakui proses administrasi masih berlangsung bagi sebagian penerima bantuan. Saat ini, terdapat 202 KK terdampak yang masih menunggu pencairan bantuan stimulan. Namun Dinas Sosial memastikan seluruh berkas telah diajukan ke Kemensos RI.

“Tercatat masih ada 202 KK yang belum menerima bantuan stimulan bencana. Namun masyarakat tidak perlu khawatir karena usulan sudah kami sampaikan ke Kemensos dengan total anggaran Rp2,62 miliar,” ujarnya.

Selain penanganan bencana, porsi terbesar bantuan sosial di Kota Padang berasal dari program reguler APBN dengan total realisasi Rp56,18 miliar pada Triwulan I 2026. Program Keluarga Harapan (PKH) menjadi salah satu instrumen utama yang menyasar 18.168 keluarga penerima manfaat (KPM) dengan total anggaran Rp13,91 miliar.

Kemudian Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau bantuan sembako menjangkau 39.280 KPM dengan total Rp22,73 miliar. Setiap penerima memperoleh Rp600 ribu per triwulan atau Rp200 ribu per bulan.

Sementara itu, program Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) atau BPJS gratis menjangkau 186.004 jiwa dengan total nilai Rp19,53 miliar melalui pembayaran premi layanan kesehatan oleh negara. Tidak berhenti pada bantuan konsumtif, Pemko Padang juga mengarahkan APBD 2026 untuk memperkuat kemandirian ekonomi warga melalui program pemberdayaan usaha ekonomi produktif.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....