Sebanyak 45 Sapi Kurban Dompet Dhuafa Disalurkan ke Korban Bencana di Sumbar
- 30 Mei 2026 18:34 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Dompet Dhuafa menyalurkan 45 ekor sapi kurban kepada masyarakat di berbagai wilayah Sumatera Barat dalam Program Tebar Hewan Kurban 1447 Hijriah. Lima ekor di antaranya diperuntukkan khusus bagi warga terdampak bencana di lima nagari di Kabupaten Solok yang berlangsung di Jorong Subarang, Nagari Paninggahan, Kabupaten Solok, Sabtu, 30 Mei 2026.
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi mengatakan program kurban yang menyasar korban bencana sebagai wujud nyata kepedulian sosial yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat yang paling membutuhkan. Ia mengajak seluruh pihak menjadikan momentum Iduladha sebagai sarana memperkuat solidaritas dan persaudaraan.
"Kurban bukan hanya ibadah, tetapi juga wujud kepedulian sosial yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat. Terutama saudara-saudara kita yang sedang menghadapi masa sulit akibat bencana," ujar Mahyeldi.
Usai penyembelihan, Mahyeldi meninjau pembangunan kembali Masjid Jami Jabal Nur di Dusun Batua Cancang yang rusak akibat bencana hidrometeorologi akhir tahun lalu. Pembangunan dilakukan melalui kolaborasi Nahdlatul Ulama dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat sebagai bagian dari pemulihan fasilitas ibadah pascabencana.
"Masjid ini menjadi simbol kebangkitan masyarakat pascabencana. Kita berharap keberadaannya kembali dapat menjadi pusat ibadah, pendidikan, dan aktivitas sosial masyarakat," kata Mahyeldi.
Pembina Dompet Dhuafa Singgalang, Musfi Yendra, menjelaskan satu ekor sapi disembelih di Paninggahan dan empat ekor lainnya disalurkan ke nagari-nagari terdampak bencana di Kabupaten Solok sesuai kebutuhan yang disampaikan pemerintah daerah. Ia menegaskan Dompet Dhuafa tidak hanya hadir pada momen Iduladha, tetapi juga aktif dalam pemulihan pascabencana melalui layanan kesehatan, dapur umum, dan program pemberdayaan ekonomi.
"Ke depan, insyaallah kami akan terus mendampingi masyarakat. Agar dapat bangkit dan kembali mandiri," ujar Musfi.
Bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah nagari di Kabupaten Solok pada akhir 2025 menyebabkan kerusakan pada permukiman, fasilitas ibadah, dan infrastruktur warga. Proses pemulihan masih berlangsung dan membutuhkan dukungan dari berbagai pihak agar masyarakat terdampak dapat segera kembali menjalani kehidupan normal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....