Gunung Marapi Erupsi, Kolom Abu Capai 2.000 Meter di Atas Puncak

  • 30 Mei 2026 09:59 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Gunung Marapi Sumatera Barat (Sumbar) kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya, Sabtu, 30 Mei 2026 pukul 08.42 WIB. Gunung api yang berada di Kabupaten Tanah Datar dan Agam tersebut mengalami erupsi dengan melontarkan kolom abu mencapai 2.000 meter di atas puncak kawah.

Petugas pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Gunung Marapi, Asep Antonius di Kota Bukittinggi tadi pagi mengatakan, gunung aktif tersebut mengalami erupsi dan melepaskan kolom abu sekitar 4.891 meter di atas permukaan laut. “Kolom abu yang dilepaskan teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal, condong mengarah ke timur laut,” ujarnya.

Asep menjelaskan, erupsi Gunung Marapi dimaksud terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30 milimeter dan berdurasi selama kurang lebih 1 menit 25 detik, saat laporan berlangsung. Ia memastikan, saat ini, Gunung Marapi masih berada pada Status Level II atau Waspada dengan rekomendasi penting demi keselamatan masyarakat.

“Masyarakat di sekitar Gunung Marapi dan pendaki atau wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 3 km dari pusat erupsi (Kawah Verbeek) G. Marapi. Masyarakat yang bermukim di sekitar lembah/aliran/bantaran sungai-sungai yang berhulu di puncak G. Marapi agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya lahar yang dapat terjadi terutama di saat musim hujan,” ujarnya.

Hingga Sabtu pagi, belum ada laporan mengenai dampak erupsi terhadap permukiman warga maupun aktivitas transportasi di sekitar kawasan Gunung Marapi. Meski demikian, masyarakat di daerah yang berpotensi terdampak hujan abu diimbau menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan serta segera membersihkan endapan abu vulkanik yang menumpuk di atap rumah untuk menghindari risiko kerusakan bangunan.

Petugas PGA Gunung Marapi, Asep mengimbau agar masyarakat selalu mengikuti arahan dari Pemerintah Daerah serta tidak terpancing isu-isu liar yang belum tervalidasi. Masyarakat dapat terus memantau perkembangan aktivitas vulkanik dan rekomendasi resmi Gunung Marapi secara mandiri melalui aplikasi MAGMA Indonesia.

Sementara itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) juga meminta Pemerintah Daerah Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Agam untuk terus intens berkoordinasi dengan PVMBG Bandung atau Pos Pengamatan G. Marapi di Bukittinggi untuk mendapatkan informasi terkini secara real-time. Hal ini untuk memastikan langkah teknis yang akurat terkait potensi bencana dan langkah mitigasi darurat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....