Pemko Padang Panjang Komitmen Wujudkan Kota Layak Anak
- 29 Mei 2026 16:11 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang – Pemerintah Kota (Pemko) Padang Panjang menegaskan komitmen dalam mewujudkan Kota Layak Anak (KLA). Hal itu melalui penguatan regulasi, perlindungan hak anak, serta sinergi lintas sektor dalam pembangunan daerah.
Komitmen tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Padang Panjang Allex Saputra saat menyampaikan Nota Jawaban Wali Kota terhadap pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD atas Ranperda tentang Penyelenggaraan KLA, di Ruang Rapat DPRD, Jumat, 29 Mei 2026.
Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh fraksi DPRD atas berbagai masukan, saran, dan tanggapan yang diberikan terhadap ranperda tersebut. Menurutnya, seluruh pandangan fraksi menjadi bahan penting dalam penyempurnaan regulasi agar penyelenggaraan KLA di Padang Panjang benar-benar mampu menjawab kebutuhan dan kepentingan terbaik bagi anak.
“Ranperda ini bukan sekadar dokumen administratif. Akan tetapi bentuk komitmen bersama dalam menghadirkan lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah bagi tumbuh kembang anak,” ujarnya.
| Baca juga: Persiapan HJK Padang 2026 Capai 50 Persen |
Menanggapi pandangan Fraksi Gerindra, Pemko menegaskan implementasi KLA akan dilakukan secara nyata melalui sinergi lintas perangkat daerah hingga tingkat kecamatan dan kelurahan. Pemko juga terus memperkuat perlindungan anak dari kekerasan, eksploitasi, dan diskriminasi melalui layanan pengaduan, pendampingan korban, serta pemenuhan hak dasar anak secara inklusif.
Selain itu, Pemko menekankan pentingnya kolaborasi seluruh unsur pentahelix yang melibatkan pemerintah, masyarakat, dunia usaha, media, akademisi, serta berbagai lembaga terkait dalam mendukung keberhasilan KLA. “Keberhasilan KLA membutuhkan dukungan bersama, termasuk penguatan anggaran dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia secara berkelanjutan,” katanya.
Menjawab pandangan Fraksi PBB-PKS, Pemko menyampaikan perlindungan anak di era digital menjadi perhatian serius melalui penguatan literasi digital, sosialisasi internet aman, serta pengawasan penggunaan media sosial bagi anak. Pemerintah juga terus memperkuat koordinasi antarperangkat daerah melalui Gugus Tugas KLA serta melibatkan keluarga, tokoh agama, niniak mamak, dan masyarakat dalam pendidikan karakter anak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....