Layanan Telekomunikasi Sumatera Pulih 100 Persen usai Blackout PLN

  • 29 Mei 2026 17:06 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memastikan layanan telekomunikasi di wilayah Sumatera telah pulih sepenuhnya pascagangguan infrastruktu akibat pemadaman listrik masal (blackout) PLN yang terjadi sejak 22 Mei 2026. Sejak tanggal 28 Mei seluruh stasiun pemancar atau Base Transceiver Station (BTS) di Sumatra dilaporkan telah aktif kembali dengan tingkap pemulihan 100 persen.

Berdasar keterangan resmi Komdigi, tingkat pemulihan layanan telah mencapai 100 persen sejak 28 Mei 2026 pukul 09.00 WIB dalam keadaan stabil. Selain itu, tidak terdapat penambahan site terdampak baru maupun gangguan susulan selama periode pemantauan berlangsung.

Ketua Sub Tim Kerja Bidang Kualitas Layanan Infrastruktur Digital, Balai Monitoring Saluran Frekuensi Radio Kelas II Padang, Hendry Junaidi, mengatakan, kondisi layanan telekomunikasi di Sumatera Barat saat ini sudah kembali normal. Menurutnya, pemulihan tersebut mengacu pada data pusat monitoring telekomunikasi Komdigi.

"Untuk Sumatera Barat, sesuai yang dirilis Komdigi. Melalui pusat monitoring telekomunikasi, itu sudah pulih kondisinya," ujar Hendry, Kamis 28 Mei 2026.

Hendry menjelaskan, gangguan layanan telekomunikasi terjadi karena menara BTS bergantung pada pasokan listrik PLN. Saat blackout terjadi, menara akan beralih menggunakan baterai cadangan milik operator telekomunikasi yang memiliki keterbatasan waktu operasi.

"Apabila terjadi pemadaman di wilayah tersebut, menara akan beralih ke baterai. Baterai itu hanya bertahan paling dua, tiga, atau empat jam, Itu akan terbaca di sistem Komdigi,” ujar Hendry.

Hendry mengatakan pihaknya terus melakukan koordinasi dengan operator telekomunikasi selama proses pemulihan berlangsung. Pemantauan dilakukan melalui pusat monitoring telekomunikasi untuk mengetahui jumlah site yang mengalami gangguan maupun yang telah kembali normal.

"Kita berkoordinasi dengan operator yang ada di wilayah kerja kita. Data gangguan itu masuk ke pusat monitoring telekomunikasi," kata Hendry.

Komdigi mencatat puncak gangguan terjadi pada 24 Mei 2026 pukul 00.00 WIB dengan total 10.713 site down yang tersebar di 10 provinsi dan 142 kabupaten/kota di Sumatra. Dalam proses pemulihan, Komdigi menyebut sempat terjadi tantangan tambahan berupa blackout susulan di wilayah Aceh pada 25 Mei 2026 pukul 21.00 WIB.

Meski demikian, proses pemulihan terus dilakukan secara intensif oleh operator telekomunikasi bersama pemerintah hingga seluruh layanan berhasil dipulihkan. Dengan capaian tersebut, penanganan gangguan layanan telekomunikasi akibat blackout PLN di wilayah Sumatra dinyatakan selesai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....