Kota Pariaman Gelar Lomba Olahraga Tradisional, Lawan Kecanduan Gawai
- 25 Mei 2026 15:24 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Sebanyak 939 siswa dari lima daerah di Sumatera Barat bertanding dalam lomba olahraga tradisional. Siswa yang terlibat dari Kota Padang, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Agam, hingga Kabupaten Solok berlangsung di Halaman Balaikota Pariaman, Senin, 25 Mei 2026.
Wali Kota Pariaman, Yota Balad, mengatakan lomba ini sebagai upaya nyata menyelamatkan generasi muda dari ketergantungan gawai sekaligus melestarikan permainan tradisional yang kian terpinggirkan. Lima cabang permainan tradisional diperlombakan, yakni Pacu Upiah, Tangkelek Panjang, Pacu Ban, Tangkelek Batok, dan Katapel.
"Mari pertandingan pada hari ini kita jadikan momentum untuk mencintai budaya. Kita hilangkan ketergantungan anak-anak kita dengan HP sejenak," ujar Yota.
Peserta berasal dari SD dan MI di Kota Pariaman selaku tuan rumah, Kota Padang, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Agam, dan Kabupaten Solok. Keberagaman daerah peserta menjadikan lomba ini berskala provinsi, bukan sekadar kompetisi antarkota.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kota Pariaman, Hertati Taher, menjelaskan panitia menerjunkan 25 juri profesional dari kalangan guru olahraga SD Kecamatan Pariaman Tengah. Setiap cabang lomba dikawal ketat oleh lima orang juri untuk menjaga sportivitas dan kualitas perlombaan.
"Semoga dengan adanya lomba ini para siswa kembali mencintai permainan tradisional.Selain itu dapat beralih dari dunia gadget yang akan menghambat perkembangan anak-anak kita," ujar Hertati.
Lomba ini merupakan bagian dari program unggulan Sport Tourism yang digagas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pariaman. Yota Balad bahkan telah melempar rencana lebih jauh, yakni menggelar lomba seni seperti marching band berskala Sumatera Barat hingga nasional demi mewujudkan Pariaman sebagai kota festival dan wisata.
Permainan tradisional seperti pacu upiah dan tangkelek kini semakin jarang dimainkan anak-anak seiring meluasnya penggunaan gawai di kalangan pelajar. Sejumlah penelitian menunjukkan rata-rata anak usia sekolah dasar menghabiskan lebih dari tiga jam per hari menatap layar gawai, jauh melampaui batas yang dianjurkan para ahli kesehatan anak.
Hadiah berupa piala dan uang pembinaan disiapkan bagi pemenang setiap cabang lomba. Yota Balad menyatakan lomba serupa akan kembali digelar tahun depan dengan skala yang lebih meriah dan melibatkan lebih banyak sekolah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....