Jemaah Haji Asal Sawahlunto Wafat di Makkah jelang Puncak Ibadah Haji

  • 24 Mei 2026 00:21 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Seorang jemaah haji Kloter 12 Embarkasi Padang asal Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, wafat di Makkah sesaat sebelum pelaksanaan puncak ibadah haji. Jemaah yang wafat adalah Mainusni Marukun, 74 tahun, wafat pada Jumat, 22 Mei 2026, pukul 12.30 Waktu Arab Saudi, setelah kondisinya tiba-tiba menurun usai salat Jumat.

Pembimbing Ibadah Kloter 12, Yusmanto, mengungkapkan Mainusni sebelumnya didiagnosis mengalami penumpukan cairan di paru-paru dan gangguan jantung akut. Ia bahkan sempat dua kali dirujuk ke Rumah Sakit Al Noor, Makkah, akibat sesak napas.

"Pagi itu beliau masih bisa makan, berbicara normal. Bahkan terlihat semangat untuk persiapan Armuzna," ujar Yusmanto.

Namun setelah salat Jumat, jemaah satu kamar melaporkan kondisi Mainusni tiba-tiba memburuk. Dokter dan perawat kloter langsung memberikan tindakan medis termasuk pemeriksaan jantung, namun denyut jantung almarhumah sudah tidak terdeteksi.

Jenazah kemudian dibawa ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia di Makkah sesuai prosedur. Almarhumah disalatkan di Masjidil Haram usai salat Magrib sebelum dimakamkan di pemakaman Al Sharaya, Makkah.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Barat, M. Rifki, menyampaikan jemaah yang wafat sebelum menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah tetap akan mendapat badal haji. Seluruh proses pemulasaran jenazah juga ditanggung tanpa biaya.

"Jemaah yang wafat sebelum menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah hajinya tetap akan dibadalhajikan oleh petugas. Selain itu, Ahli waris berhak atas asuransi kematian sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Rifki.

Mainusni berangkat didampingi anaknya, Surtiyaningsih, dan menempati pemondokan Tower 9C Hotel Al Hidayah. Dengan wafatnya Mainusni, jumlah jemaah Embarkasi Padang yang meninggal dunia selama operasional haji tahun ini menjadi lima orang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....