Surfing Bupati Cup 2026 Mentawai Ditutup, Lahirkan Peselancar menuju WSL QS 6000
- 23 Mei 2026 04:53 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai resmi menutup ajang kompetisi Surfing Bupati Cup 2026 road to QS 6000 Mentawai Pro di kawasan wisata homestay Mapadegat, Kamis, 21 Mei 2026. Sebanyak 6 peselancar pria dan 4 peselancar wanita berhasil meraih juara.
Malam puncak Penutupan ajang kontes Surfing Bupati Cup tahun 2026 yang berlangsung di Kawasan Wisata Pantai Mapaddeggat berlangsung meriah dengan hadirnya berbagai penampilan seni musik dan tari serta antusias masyarakat yang mengikuti rangkaian kegiatan. Bupati Kepulauan Mentawai, Rinto Wardana mengatakan, penyelengaraan kompetisi surfing ini memberikan dampak kunjungan wisatawan mancanegara khususnya dari pelaku surfing dunia.
“Peselancar berkelas dunia belum bisa diakui kalau belum mencoba ombak Mentawai. Melalui ajang Surfing Bupati Cup ini menjadi jembatan agar dunia melihat potensi olahraga dan wisata di Mentawai,” ujarnya.
Rinto menjelaskan, setelah sukses melaksanakan Surfing Bupati cup, Kabupaten Kepulauan Mentawai akan menggelar ajang surfing level Internasional World Surf League (WSL) QS 6000 di pantai Katiet, Mentawai Agustus mendatang. “Ajang ini diharapkan menjadi tolak ukur kesiapan Mentawai menjadi tuan rumah cabang olahraga surfing pada Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Barat Oktober 2026 mendatang,” katanya.
Rinto menyebut, kawasan wisata Homestay Mapaddegat akan disulap menjadi tempat favorit untuk mengadakan berbagai kegiatan dan untuk anak anak muda berkreasi. “Mentawai mendapat anggaran dari pusat sebesar 2 miliar untuk penataan lokasi wisata agar lebih menarik untuk dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun mancanegara,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Pemuda Olahraga Kepulauan Mentawai, Aban Barnabas Sikaraja membenarkan, ajang surfing Bupati cup 2026 bertujuan menjaring peselancar terbaik Bumi Sikerei menuju WSL QS 6000 di Katiet. “Ajang Surfing Bupati Cup ini melahirkan juara-juara yang berhak mendapat tiket emas untuk berlaga di kejuaraan surfing internasional nanti,” katanya.
Aban menyebut, Mentawai satu-satunya daerah di Indonesia yang melaksanakan kontes surfing level internasional tahun 2026. “Gelaran ini nantinya menjadi magnet besar bagi kunjungan wisatawan mancanegara ke Mentawai, juga berdampak baik bagi PAD daerah,” ujarnya.
Aban Barnabas juga turut mengucapkan kepada semua pihak yang mendukung pelaksanaan kompetisi surfing Bupati cup, termasuk Persatuan Surfing Ombak Indonesia (PSOI) Mentawai dan KONI. “Kami berharap peserta yang mendapatkan kesempatan menjadi pemenang dapat meningkatkan skill untuk pertandingan berikutnya, temasuk Porprov Sumbar 2026,” kata Aban.
Sementara itu, ajang Surfing Bupati Cup 2026 sukses terselenggara berkat kolaborasi apik KONI dan Persatuan Selancar Ombak Indonesia-PSOI Mentawai. Nama-nama peselancar yang berpotensi melenggang ke ajang WSL QS 6000 Mentawai pro 2026 antara lain, juara I Open Man Izrel Sababalat, juara II Jayden Wilcoxen, dan Juara III, Rivalto, sementara di kelas Open Women, dijuarai Aura Zaeflin, serta Juara II, Celine Waoma dan Juara III, Jeni.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....