Pemko Padang Panjang Perketat Pengendalian Inflasi jelang Iduladha
- 18 Mei 2026 18:48 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang – Pemerintah Kota (Pemko) Padang Panjang memperketat langkah pengendalian inflasi menjelang Iduladha 1447 Hijriah. Hal itu guna menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.
Komitmen tersebut disampaikan saat mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 melalui Zoom Meeting di Ruang VIP Lantai II Balaikota Padang Panjang, Senin, 18 Mei 2026. Rakor diikuti Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kota Padang Panjang, Alvi Sena bersama Forkopimda dan pimpinan OPD terkait.
| Baca juga: Persiapan HJK Padang 2026 Capai 50 Persen |
Alvi Sena, mengatakan kondisi inflasi Kota Padang Panjang pada April 2026 menunjukkan tren positif. Inflasi tercatat sebesar 2,48 persen secara year-on-year, turun dibandingkan Maret 2026 yang mencapai 4,32 persen.
Sementara itu, inflasi bulanan Kota Padang Panjang berada pada angka 0,17 persen. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan upaya pengendalian inflasi yang dilakukan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) bersama seluruh pemangku kepentingan berjalan cukup efektif.
“Penurunan angka inflasi ini menjadi indikator, upaya pengendalian yang dilakukan TPID bersama seluruh stakeholder berjalan cukup efektif. Namun menjelang Iduladha, kewaspadaan tetap harus ditingkatkan,” katanya.
Ia menjelaskan, berdasarkan Indeks Perkembangan Harga (IPH) Minggu Kedua Mei 2026, Kota Padang Panjang berada pada kategori fluktuasi rendah dengan angka 0,39 persen. Meski demikian, sejumlah komoditas masih mengalami kenaikan harga, terutama cabai merah akibat keterbatasan pasokan dan meningkatnya permintaan masyarakat.
Selain cabai merah, kenaikan harga juga terjadi pada daging sapi, telur ayam kampung, cabai rawit dan ikan kembung. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah agar tidak mempengaruhi daya beli masyarakat menjelang Iduladha.
“Sebagai langkah antisipasi, Pemko Padang Panjang terus memperkuat pengawasan distribusi pangan, pemantauan stok di tingkat distributor. Kemudian pelaksanaan operasi pasar murah serta memperluas kerja sama antar daerah penghasil komoditas guna menjaga ketersediaan pasokan dan kestabilan harga di pasaran,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....