Munandar Maska dan Thio Hok Seng Tutup Usia, Olahraga Sumbar Berduka

  • 15 Mei 2026 07:25 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang – Dunia olahraga Sumatera Barat (Sumbar) berduka atas wafatnya dua tokoh olahraga daerah, yakni Ustadz Munandar Maska dan legenda angkat berat Sumbar, Thio Hok Seng. Keduanya meninggal dunia pada waktu yang hampir bersamaan dan meninggalkan duka mendalam bagi insan olahraga Ranah Minang.

Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumbar, Hamdanus menyampaikan belasungkawa atas kepergian kedua tokoh tersebut. Menurutnya, Sumbar kehilangan sosok panutan yang telah memberikan dedikasi besar bagi perkembangan olahraga di daerah maupun nasional.

“Sumatera Barat kehilangan dua tokoh olahraga yang sangat kami hormati. Seorang adalah wasit dan pelatih karate yang berdedikasi, sementara seorang lagi merupakan legenda angkat berat Sumbar yang telah mengharumkan nama Indonesia di tingkat dunia,” kata Hamdanus, Selasa,12 Mei 2026.

Sebagai bentuk penghormatan terakhir, Hamdanus bersama jajaran KONI Sumbar mendatangi rumah duka kedua almarhum. Rombongan terlebih dahulu mengikuti prosesi salat jenazah Munandar Maska di Masjid Raya Ganting, Padang, sebelum melanjutkan takziah ke rumah duka Thio Hok Seng di kawasan Pondok.

Munandar Maska dikabarkan meninggal dunia saat menjalankan tugas sebagai wasit dalam Kejuaraan Nasional Karate di Bandung, Jawa Barat. Almarhum sempat tak sadarkan diri di arena pertandingan sebelum dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit.

Almarhum lahir di Padang pada 30 Agustus 1962 dan dikenal aktif dalam dunia olahraga serta dakwah. Selain menjadi pelatih dan wasit karate, ia juga pernah menjadi pengurus Masjid Raya Ganting dan dikenal dekat dengan berbagai kalangan masyarakat.

Sementara itu, kepergian Thio Hok Seng turut meninggalkan duka mendalam bagi dunia olahraga Sumbar. Hok Seng dikenal sebagai salah satu atlet angkat berat terbaik yang pernah dimiliki Indonesia dengan torehan tiga medali emas dunia.

Kariernya mulai bersinar sejak tampil pada Pra-PON 1984 dan berhasil mempersembahkan medali emas untuk Sumbar pada PON XI tahun 1985 di Jakarta. Prestasi internasionalnya berlanjut dengan meraih medali emas dunia di Peru pada 1987 dan Luksemburg pada 1988. Ia juga pernah mencatatkan rekor deadlift 226 kilogram di Jerman.

Setelah pensiun sebagai atlet, Hok Seng tetap mengabdikan diri di dunia olahraga dengan menjadi pelatih angkat berat serta aktif dalam kegiatan sosial melalui organisasi Hok Tek Tong (HTT). Hamdanus berharap keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan menghadapi musibah tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....