Sidak ke RSUD Sungai Dareh, Ombudsman Temukan Dokter Telat dan Lamanya Antrean
- 14 Mei 2026 13:54 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang-Perwakilan Ombudsman RI Sumatera Barat (Sumbar) menggelar inspeksi mendadak (Sidak) di RSUD Sungai Dareh, Kabupaten Dharmasraya, Rabu, 13 Mei 2026. Sejumlah titik layanan diperiksa, mulai dari loket pendaftaran, instalasi gawat darurat, loket pengambilan obat, hingga layanan poliklinik.
Kepala Perwakilan Ombudsman RI Sumbar, Adel Wahidi mengatakan, saat melakukan Sidak, tim juga mengumpulkan saran dari masyarakat. Hasilnya, terdapat temuan di lapangan yang patut diperbaiki oleh manajemen RSUD Sungai Dareh, di antaranya kedisplinan dokter.
Adel menyebut, terdapat dokter yang belum datang ke poliklinik hingga pukul 10.00 WIB. Padahal layanan sudah dibuka pukul 08.00 WIB. Kondisi tersebut terjadi di poli gigi, poli anak, dan poli umum.
“Ada dokter yang sedang keluar untuk sarapan. Ada dokter yang terlambat datang ke poliklinik karena harus kunjungan ke pasien rawat inap terlebih dahulu. Alasan ini menunjukkan pelaksana pelayanan publik belum berorientasi pada integritas dan profesionalisme,” ucapnya di Padang, Kamis, 14 Mei 2026.
Adel Wahidi menyebut, layanan lain yang juga dikeluhkan masyarakat yakni lamanya antrean pendaftaran secara mandiri. Kemudian layanan antrean pengambilan obat yang mencapai 3 jam. Layanan spesialis jantung yang kosong, hingga air yang kotor.
Terkait temuan dimaksud, Ombudsman telah menyampaikan langsung pada Direktur RSUD Sungai Dareh, Fitra Neza. Terhadap temuan hasil sidak, Fitra Neza mengakui ada beberapa penyebab sehingga layanan di poliklinik RSUD Sungai Dareh belum optimal. Salah satu sebabnya, jumlah dokter yang kurang.
“Kami hanya punya satu dokter anak. Dokter tersebut harus kunjungan ke pasien rawat inap sehingga tidak bisa tepat waktu ke poliklinik. Begitu pula dokter kebidanan yang harus kunjungan pasien baru bisa ke poliklinik,” tuturnya.
Namun demikian, kata Fitra Neza, RSUD Sungai Dareh memastikan segera menindaklanjuti catatan dari Ombudsman. Evaluasi dan perbaikan menjadi prioritas agar kualitas layanan rumah sakit meningkat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....