Rehabilitasi Lahan Rusak Ringan dan Sedang di Sumbar Tuntas

  • 13 Mei 2026 20:30 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi menyatakan, rehabilitasi lahan pertanian rusak ringan dan sedang akibat bencana hidrometeorologi di Sumatera Barat telah tuntas. Pemerintah daerah selanjutnya akan fokus pada penanganan lahan rusak berat dan sawah yang hilang.

Pernyataan itu disampaikan Mahyeldi saat mengikuti kegiatan tanam padi serentak di Korong Tanah Taban, Nagari Pasie Laweh Lubuk Alung, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, Rabu, 13 Mei 2026. Kegiatan tersebut digelar di lahan sawah yang sebelumnya terdampak bencana hidrometeorologi.

“Sesuai arahan Pak Menteri, proses rehabilitasi lahan terdampak bencana kategori rusak ringan dan sedang berhasil dituntaskan. Hari ini adalah penanaman terakhir, artinya progres kita sudah 100 persen,” ucap Mahyeldi.

Mahyeldi menjelaskan, selesainya rehabilitasi tidak terlepas dari dukungan Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Balai Wilayah Sungai Sumatera V, serta pemerintah kabupaten dan kota terdampak. Total anggaran rehabilitasi lahan rusak ringan dan sedang di Sumbar mencapai Rp32,9 miliar.

Mahyeldi menyebut tantangan terbesar saat ini adalah penanganan sekitar 7.000 hektare lahan rusak berat di Sumbar, termasuk lebih dari 4.000 hektare sawah yang hilang akibat longsor dan aliran sungai. Menurutnya, penanganan persoalan tersebut membutuhkan keterlibatan lintas kementerian, termasuk Kementerian Pekerjaan Umum.

“Sebagian dari lahan yang hilang itu, sekarang berubah menjadi sungai. Ada juga yang benar-benar tergerus akibat longsor. Karena itu, penanganannya perlu melibatkan lintas kementerian,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Pelatihan Pertanian RI, Tedy Dirhamsyah mengapresiasi kecepatan Sumbar dalam memulihkan lahan pertanian terdampak bencana. “Total lahan rusak ringan dan sedang di Sumbar mencapai 3.902 hektare dan progresnya luar biasa. Secara nasional rata-rata baru sekitar 14 persen, tapi Sumbar sudah memenuhi target Pak Menteri,” kata Tedy.

Di sisi lain, Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis mengatakan banjir dan longsor telah berdampak serius terhadap sektor pertanian di daerahnya. Total sawah terdampak mencapai 1.263,4 hektare, sedangkan lahan jagung terdampak mencapai 570,35 hektare.

“Untuk sawah rusak ringan seluruhnya sudah tertangani 100 persen sedangkan untuk lahan sawah yang rusak berat dan hilang sampai sekarang belum ada alokasi bantuan dari Kementerian Pertanian. Begitu juga lahan jagung yang terdampak. Kita berharap ini bisa segera,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....