Faterna Unand Satukan Pakar Internasional Bahas Kebijakan Perunggasan

  • 12 Mei 2026 19:23 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Fakultas Peternakan Universitas Andalas (Unand) menggelar seminar internasional bertema pengembangan perunggasan berkelanjutan dan riset masa depan untuk mendukung ketahanan pangan global di Convention Hall Unand, Selasa, 12 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi langkah memperkuat kolaborasi internasional melalui integrasi ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebijakan di sektor perunggasan.

Seminar menghadirkan akademisi, peneliti, pelaku industri, hingga pembuat kebijakan dari berbagai negara. Forum ini dimanfaatkan sebagai ruang diskusi mengenai tantangan ketahanan pangan dunia yang diperkirakan semakin kompleks di masa mendatang.

Dekan Fakultas Peternakan Unand, Mardiati Zain mengatakan, persoalan pangan global menjadi tantangan besar seiring proyeksi jumlah penduduk dunia yang diperkirakan mendekati 10 miliar jiwa pada tahun 2050. Menurutnya, sektor perunggasan memiliki peran strategis karena menjadi salah satu sumber protein hewani yang paling efisien dan banyak dikonsumsi masyarakat.

“Kita menghadapi perubahan iklim, keterbatasan sumber daya alam, serta ancaman penyakit yang terus berkembang. Karena itu, pengembangan industri perunggasan berkelanjutan harus menggabungkan sains, teknologi dan kebijakan secara terpadu,” ucapnya.

Mardiati menjelaskan, penguatan riset di bidang genetika, nutrisi dan kesejahteraan hewan menjadi faktor penting dalam menciptakan produksi unggas yang produktif sekaligus beretika. Selain itu, pemanfaatan teknologi digital seperti AI-driven precision farming dan bioteknologi modern dinilai mampu meningkatkan efisiensi produksi serta mengurangi limbah industri.

Wakil Rektor IV Unand, Henmaidi, menilai, tema seminar sangat relevan dengan tantangan global saat ini, khususnya dalam menjawab kebutuhan ketahanan pangan dunia. Sektor perunggasan berkontribusi besar dalam menyediakan sumber protein yang bergizi, terjangkau, dan berkelanjutan bagi masyarakat.

“Kita tidak bisa lagi hanya mengandalkan pendekatan tradisional. Dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara perguruan tinggi, peneliti, industri, dan pemerintah untuk membangun industri perunggasan yang lebih tangguh dan berkelanjutan. Seminar internasional ini juga menghadirkan pembicara dari Indonesia, Jerman, Pakistan, Vietnam, hingga Kamboja untuk memperkuat pertukaran gagasan dan kemitraan riset global," tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....