Kepengurusan Perkumpulan Roehana Koeddoes Dikukuhkan, Fokus Penguatan Digital
- 12 Mei 2026 16:59 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Perkumpulan Roehana Koeedoes Padang, Sumatera Barat menilai perempuan Minang saat ini menghadapi tantangan baru dibandingkan ketika masa perjuangan Roehana Koeddoes. Tantangan dimaksud dengan penguatan literasi digital dan ekonomi.
Ketua Umum Perkumpulan Roehana Koeddoes Padang, Yulia Fauzia, Selasa, 12 Mei 2026 mengatakan Perkumpulan Roehana Koeddoes memiliki semangat perjuangan dari Roehana Koeddoes yang tetap relevan hingga sekarang. Dahulu perempuan berjuang melawan buta huruf, sementara saat ini tantangan utama telah bergeser menjadi persoalan literasi digital dan sosial.
"Saat ini ada tiga persoalan besar yang dihadapi perempuan Minang. Pertama yakni buta digital yang membuat banyak ibu rumah tangga menjadi korban pinjaman online akibat minimnya pemahaman teknologi dan keamanan digital. Selain itu, perempuan juga dinilai masih rentan secara ekonomi. Berdasar data BPS tahun 2025, sebanyak 62 persen pelaku UMKM di Padang dikelola perempuan, namun hanya sekitar 30 persen yang memiliki akses terhadap permodalan formal," kata Yulia Fuazia saat pengukuhan perkumpulan Roehana Koeddoes.
Kemudian, persoalan lain, Menurut Yulia yaang menjadi perhatian yakni meningkatnya kasus kekerasan dalam rumah tangga. Ia mengungkapkan angka KDRT mengalami kenaikan hingga 11 persen dalam setahun terakhir dan masih banyak korban yang takut melapor karena berbagai faktor sosial maupun ekonomi.
"Ke depan, Perkumpulan Roehana Koeddoes menargetkan program Mande Cakap Digital untuk meningkatkan literasi digital perempuan. Program tersebut akan mendorong ibu rumah tangga dan pelaku UMKM agar tidak hanya berjualan secara daring, tetapi juga mampu membuat konten edukatif serta memahami pentingnya perlindungan data pribadi," jelasnya.
Selain itu, organisasi tersebut juga akan menjalankan berbagai kegiatan sosial dan pendidikan perempuan Minang. Mulai dari sosialisasi pencegahan kekerasan dalam rumah tangga, pelatihan kepribadian perempuan Minang, donor darah, Jumat berkah, santunan korban bencana, hingga program anak asuh.
Sementara itu, Penasehat Utama Perkumpulan Roehana Koeddoes Padang, Harneli Mahyeldi menilai peran para pejuang perempuan Minangkabau dalam memberikan pendidikan kepada kaum perempuan telah memberikan teladan dalam mendidik perempuan menjadi ibu dan istri yang baik. Menurutnya, pendidikan perempuan sangat penting karena perempuan nantinya berperan besar dalam mendidik generasi penerus.
Harneli berharap berbagai persoalan sosial yang terjadi di Sumatera Barat dapat menjadi perhatian bersama. Dengan mendorong Perkumpulan Roehana Koeddoes untuk terus aktif menyosialisasikan pentingnya peran ibu dalam membangun keluarga dan mendidik anak-anak.
Kesempatan yang sama, Ketua BKOW Sumbar, Dianita Maulin Vasko meyakini Perkumpulan Roehana Koeddoes dapat menghidupkan kembali semangat perempuan di era digital. Dengan menekankan pentingnya perempuan memahami perkembangan digitalisasi, termasuk literasi teknologi, finansial, dan hukum.
"Selain itu, dalam bidang ekonomi, organisasi perempuan juga diharapkan mampu membantu pelaku UMKM perempuan untuk naik kelas, go digital, dan bersaing di pasar global. BKOW Provinsi Sumatera Barat disebut siap menjadi mitra strategis Perkumpulan Roehana Koeddoes dalam mendukung pemberdayaan perempuan di Sumatera Barat," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....