Pijar Foundation Dorong Kampus Inklusif bagi Mahasiswa Disabilitas
- 12 Mei 2026 11:01 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Pijar Foundation menggelar kegiatan Townhall Muda University Roadshow Inklusi di Universitas Andalas melalui forum Focus Group Discussion (FGD), Selasa, 12 Mei 2026. Kegiatan ini mengangkat tema “Disabilitas dalam Pendidikan Tinggi: Dari Pengalaman Kampus ke Dialog Kebijakan” yang menjadi wadah kolaborasi untuk mendorong pendidikan tinggi yang lebih ramah bagi penyandang disabilitas.
Diskusi tersebut menghadirkan akademisi, mahasiswa, dan pegiat inklusi untuk membahas tantangan pemenuhan hak penyandang disabilitas di lingkungan kampus. Dalam forum itu juga dibahas pentingnya keterlibatan kelompok disabilitas dalam proses penyusunan kebijakan agar kebijakan yang lahir lebih tepat sasaran.
Kepala Kebijakan Publik Pijar Foundation, Anthony Marwan mengatakan pihaknya berkomitmen mendukung pengembangan sumber daya manusia Indonesia yang lebih inklusif dan siap menghadapi tantangan masa depan. Menurutnya, Pijar Foundation memiliki tiga fokus utama, yakni menyiapkan talenta future-ready, mendukung inovasi dan kewirausahaan, serta mendorong transformasi kebijakan yang kolaboratif dan inklusif.
Ia juga mengajak mahasiswa Universitas Andalas terlibat sebagai relawan dalam gerakan Townhall Muda guna memperluas dampak sosial di masyarakat. “Melalui Townhall Muda, kami ingin memastikan hadirnya platform dialog yang bijak dan inklusif. Townhall Muda merupakan gerakan yang mewadahi ASN dan generasi muda yang memiliki inisiatif untuk menghadirkan perubahan,” ucapnya.
Sementara itu, Sekretaris Universitas Andalas (Unand), Aidinil Zetra menyebutkan pendidikan tinggi masih menghadapi tantangan dalam pemenuhan hak penyandang disabilitas. Sejumlah kebijakan belum sepenuhnya menghadirkan akses dan kemudahan yang setara, termasuk dalam pemanfaatan teknologi pendidikan.
Baginya inklusi bukan sekadar bentuk kepedulian, melainkan bagian dari keadilan yang harus diwujudkan bersama di lingkungan kampus. “Kita berharap persoalan ini menjadi perhatian bersama ke depan agar penyandang disabilitas dapat mengakses dan merasakan perkembangan teknologi secara setara,” ujarnya.
Disamping itu, Kepala Unit Layanan Disabilitas dan Kesetaraan Unand, Rika Handayani menyampaikan kampus perlu menghadirkan fasilitas yang aksesibel bagi mahasiswa penyandang disabilitas. Penyesuaian fasilitas tersebut meliputi ruang belajar, akses toilet, hingga sarana pendukung lainnya agar tercipta lingkungan pendidikan yang nyaman, aman dan setara bagi seluruh mahasiswa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....