Kecelakaan Beruntun Terdapat Beberapa Faktor Penyebabnya
- 11 Mei 2026 14:43 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Pengamat transportasi dari Universitas Andalas Padang Yosafra menilai, penyebab terjadinya kecelakaan beruntun pada Minggu 10 Mei 2026 disebab beberapa faktor, terutama faktor kelalaian pengendara dan sarana prasarana seperti kondisi jalan. Hal tersebut diungkapkannya dalam dialog di Pro 1 RRI Padang, Senin 11 Mei 2026 pagi.
Dijelaskan Yosafra sering terjadinya kecelakaan disebab dua faktor tersebut. Menurutnya. Situasi jalur dari arah Kabupaten Solok ke Kota Padang merupakan jalur yang ektrem.
Dimana turunan jalan dilokasi kejadian cukup tajam, sehingga membuat pengemudi harus menggunakan rem dalam kondisi mesin kendaraan yang panas.
“Memang kalau kita lihat jalan dari Kabupaten Solok ke Padang melalui Sitinjau Lauik itu jalur ekstrem dan berbahaya. Kendaraan dari atas mesinya sudah panas, pas penurunkan ditambahkan lagi pengemudi harus menggunakan rem untuk turun dan ini menyebabkan salah satu kecelakaan. Selain itu turunan jalan cukup tajam juga,”ujar Yosafra, Senin, 11 Mei 2026.
Sementara itu Kepala Seksi Humas Poltabes Padang Ipda Wadhi Nofianto dalam dialognya menjelaskan, untuk saat ini pihak kepolisian sedang mendalami musibah kecelakaan beruntun tersebut. Pihaknya hari ini melakukan olah TKP bersama dengan Ditlantas Polda Sumbar.
Wadhi Nofianto menjelaskan dalam musibah tersebut tercatat 14 korban, 4 orang meninggal dunia ditempat dan 10 orang mengalami luka luka.
“Kita akan lakukan oleh TKP bersama Ditlantas Polda Sumbar, untuk mengetahui penyebab dari musibah kecelakaan beruntun tersebut,”ujar Wadhi Nofianto.
Seperti diketahui musibah kecelakaan beruntun enam kendaraan di Jalan Raya Padang-Indarung, Lubuk Kilangan, Kota Padang. Musibah terjadi pada hari Minggu tanggal 10 Mei 2026 sekitar pukul 08.00 WIB. Kejadian melibatkan enam kendaraan, yaitu tiga truk, dua minibus, dan satu jeep Mitsubishi Pajero.
Identitas korban yang meninggal dunia adalah Arif Candra Effendi, 40, Jhon Effendi, 64, Efrialita, 57, dan Delfawati, 61. Seluruh korban jiwa merupakan warga Solok, Sumbar. Sementara itu, korban yang mengalami luka-luka masih menjalani perawatan medis.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....