Pasaman Barat dan Madina Rancang Akses Jalan Baru Lintas Sumbar–Sumut

  • 09 Mei 2026 10:30 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat bersama Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumatera Utara membahas rencana pembukaan jalan baru penghubung antarprovinsi melalui kawasan perbatasan kedua daerah, Jumat 8 Mei 2026. Kedua daerah ini direncanakan terhubung melalui rute Sigantang, Kecamatan Ranah Batahan, Pasaman Barat, dengan Pastab Julu, Kecamatan Tambangan, Mandailing Natal.

Wakil Bupati Pasaman Barat, M. Ihpan mengatakan, rencana pembangunan jalan tersebut dinilai strategis karena dapat meningkatkan konektivitas antarwilayah. “Akses ini membuka lalu lintas transportasi baru, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di kawasan perbatasan Sumatera Barat dan Sumatera Utara,” ujarnya.

Menurutnya, dengan pembangunan akses jalan tersebut menjadi langkah penting dalam mendukung pemerataan pembangunan di kawasan perbatasan yang selama ini masih menghadapi keterbatasan infrastruktur. “Jalan ini diharapkan mampu membuka akses ekonomi baru bagi masyarakat, memperlancar distribusi hasil pertanian dan perkebunan, serta mempermudah mobilitas warga antardaerah,” katanya.

Ia menegaskan pembahasan pembangunan jalan tidak akan berhenti di tingkat daerah, melainkan akan diperjuangkan bersama hingga ke pemerintah pusat agar memperoleh dukungan dari kementerian terkait. “Kami akan bersama-sama memperjuangkan rencana ini hingga ke pusat. Semoga mendapat persetujuan dari kementerian terkait sehingga pembangunan jalan ini dapat direalisasikan,” katanya.

Sementara itu, Bupati Mandailing Natal, Syaifullah menyambut positif rencana pembangunan akses jalan tersebut. Menurutnya, keberadaan jalan penghubung antarprovinsi itu akan memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah perbatasan.

Namun, ia mengakui rencana pembangunan jalan tersebut masih memerlukan pembahasan lanjutan karena jalur yang direncanakan akan melintasi kawasan Taman Nasional Batang Gadis. “Karena itu, kedua pemerintah daerah sepakat memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat dan kementerian terkait, terutama menyangkut regulasi kawasan hutan dan aspek lingkungan hidup,” katanya.

Meski menghadapi sejumlah tantangan, kedua daerah optimistis pembangunan jalan penghubung tersebut dapat menjadi solusi strategis untuk membuka keterisolasian wilayah perbatasan. Sementara itu, bertujuan memperkuat konektivitas antarprovinsi di kawasan barat Sumatera.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....