Workshop Teater “Menimbang Tradisi” Dorong Generasi Muda Kembali ke Akar Budaya

  • 01 Mei 2026 09:05 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Workshop teater bertema “Menimbang Tradisi” digelar sejak 28 di Taman Budaya Sumatera Barat berakhir, Kamis, 30 April 2026. Kegiatan ini melibatkan 25 peserta, baik individu maupun dari berbagai komunitas seni.

Kepala Seksi Kreasi dan Produksi Seni Taman Budaya Sumbar, Ade Efdira, menjelaskan tema yang diangkat muncul dari hasil evaluasi kegiatan sebelumnya. Ia melihat banyak pelaku teater muda belum memiliki fondasi kuat dalam memahami budaya lokal sebagai pijakan berkarya.

“Tema menimbang tradisi ini berangkat dari evaluasi sebelumnya, di mana banyak peserta belum memiliki dasar yang kuat, khususnya dalam eksplorasi budaya Sumatera Barat. Sumbar memiliki kekayaan budaya seperti randai, silek, dan kaba yang bisa digali sebagai sumber ide dalam penciptaan karya teater,” ujar Ade.

Selain itu, workshop ini turut menghadirkan akademisi sekaligus seniman, Dede Pramayoza, serta seniman teater Wenhendri sebagai narasumber. Keduanya memberikan penguatan materi terkait pemahaman tradisi dan penerapannya dalam proses kreatif teater.

Ade menjelaskan, kegiatan ini tidak berhenti di ruang latihan saja, tetapi diarahkan menuju panggung yang lebih besar. Peserta akan mengikuti proses seleksi untuk tampil dalam festival teater “Alek Teater” yang dijadwalkan berlangsung pada September mendatang.

Moderator workshop, Syuhendri, melihat semangat peserta sudah terasa sejak awal kegiatan dimulai. Ia menjelaskan ruangan diisi anak muda yang ingin mengenal lebih dekat bentuk-bentuk teater tradisi di Sumatera Barat.

“Pesertanya rata-rata muda semua dan mereka mempunyai minat yang tinggi untuk menggali hal-hal yang bersifat tradisional sebagai modal dalam proses berteater selanjutnya. Materi awal difokuskan pada sejarah teater tradisi sebagai bekal sebelum masuk ke proses kreatif,” kata Syuhendri.

Salah satu peserta, Sherin, remaja berusia 17 tahun dari komunitas Tanah Ombak mengatakan antusia mengikuti kegiatan tersebut. Ia mengatakan sudah cukup akrab dengan panggung teater, terutama cerita-cerita tradisional.

“Menarik, menambah wawasan, dari yang tidak tahu jadi tahu sejarah awal teater, dan saya ingin belajar tonil Melayu serta randai sebagai dasar teater,” ungkap Sherin. Ia berharap bisa melangkah lebih jauh dengan ikut tampil dalam festival teater mendatang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....