Inovasi Warga Lubuk Kilangan Curi Perhatian Tim Juri PRA 2026

  • 30 Apr 2026 09:16 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Tim Juri I Padang Rancak Award (PRA) 2026 menemukan berbagai inovasi menarik saat melakukan penilaian tahap IV di Kecamatan Lubuk Kilangan, Rabu 29 April 2026. Dua inovasi warga yang memanfaatkan sampah menjadi sesuatu yang bernilai tambah menjadi perhatian khusus tim juri.

Ketua Tim Juri I PRA 2026, Andri Rusta mengatakan Kecamatan Lubuk Kilangan menghadirkan inovasi yang berbeda dibandingkan wilayah lain yang telah dikunjungi. “Kedatangan kami ke Lubuk Kilangan benar-benar beruntung, karena menemukan dua inovasi menarik dari warga RT setempat,” ujarnya.

Salah satu inovasi ditemukan di Perumahan Pondok Ranah Minang Blok DD.03 RT03/RW06, Kelurahan Koto Lalang. Warga memanfaatkan kaleng bekas minuman, susu, rokok hingga cat sebagai pengganti pot tanaman di pekarangan rumah.

Kaleng-kaleng bekas tersebut disusun rapi di taman rumah warga sehingga tampak indah dan tertata. Bahkan, sebagian kaleng cat semprot ditancapkan berjajar menyerupai pagar dan direncanakan akan ditanami apotek hidup.

Ketua RT setempat, Azwar mengatakan pemanfaatan kaleng bekas dilakukan untuk mengurangi volume sampah sekaligus mempercantik lingkungan. “Kaleng susu, rokok, minuman maupun cat kita kumpulkan supaya tidak menjadi sampah,” katanya.

Menurut Azwar, penggunaan kaleng bekas dinilai lebih praktis karena tidak mudah hilang atau dicuri. Selain membantu menjaga kebersihan lingkungan, inovasi tersebut turut meningkatkan estetika kawasan permukiman.

Selain itu, Tim Juri juga meninjau inovasi pirolisis di Banda Buek yang digagas Ketua RT setempat, Hadi Saputra. Melalui inovasi tersebut, sampah plastik diolah menjadi bahan bakar minyak (BBM).

Hadi menjelaskan, pirolisis dilakukan dengan memanaskan sampah plastik tanpa oksigen pada suhu tinggi sekitar 300 hingga 400 derajat Celsius. Dalam proses tersebut, plastik akan meleleh menjadi uap dan kemudian didinginkan hingga berubah menjadi bahan bakar cair seperti solar atau bensin.

“Karena saat ini sampah plastik sangat banyak dan sulit terurai, maka kami coba olah menjadi BBM,” ujarnya. Ia menyebut inovasi ini sebagai solusi alternatif untuk mengurangi pencemaran lingkungan.

Dalam demonstrasi di hadapan tim juri, sebanyak 3,5 kilogram sampah plastik dimasukkan ke dalam tong khusus dan dipanaskan menggunakan kompor selama sekitar 1,5 jam. Dari proses tersebut dihasilkan sekitar satu liter bahan bakar.

Menurut Tim Juri, berbagai inovasi warga menjadi nilai tambah dalam penilaian PRA 2026. Selain kebersihan lingkungan, lomba tersebut juga menilai konsistensi RT dalam mengembangkan inovasi berbasis lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

Padang Rancak Award 2026 diikuti sebanyak 3.456 RT se-Kota Padang. Setelah melalui tahap III penilaian, jumlah peserta mengerucut menjadi 229 RT terbaik dan pemenang dijadwalkan diumumkan pada 6 Mei 2026 mendatang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....