Pemprov Sumbar Siapkan Agenda Internasional Sambut 50 Tahun Museum Adityawarman
- 22 Apr 2026 20:50 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mulai mematangkan rencana peringatan 50 tahun Museum Adityawarman yang akan digelar pada 2027. Sejumlah konsep kegiatan berskala internasional kini tengah disusun sejak tahun ini.
Saat ditemui dalam pembukaan workshop penulisan skenario di Taman Budaya Sumatera Barat, Selasa 21 April 2026, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat, Syaiful Bahri mengatakan, perayaan setengah abad museum tersebut akan menjadi momentum penting memperkuat jejaring budaya di Asia Tenggara.
Menurutnya, tema besar yang diusung adalah “Pusako ASEAN” dengan tiga subtema utama, yakni museum, community, dan resilience. Tema ini dirancang untuk memperkuat peran museum sebagai pusat edukasi, interaksi masyarakat, sekaligus simbol ketahanan budaya.
“ASEAN Summit ini nanti akan mengundang museum-museum dari berbagai negara untuk berdiskusi tentang Adityawarman dan kebudayaan. Tema besarnya Pusako ASEAN, jadi pusaka untuk Asia Tenggara," ujar Syaiful.
Ia menjelaskan, aspek museum akan difokuskan pada penguatan pengelolaan dan koleksi. Sementara community menekankan keterlibatan masyarakat dan dunia pendidikan, serta resilience diarahkan pada ketahanan dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya.
Lebih lanjut, Syaiful mengungkapkan terdapat tiga pilar kegiatan yang tengah disiapkan. Pilar pertama adalah ASEAN Summit yang akan menghadirkan perwakilan museum dari negara di Asia Tenggara untuk berdiskusi tentang pengelolaan dan sejarah kebudayaan kawasan.
Pilar kedua berupa exhibition atau pameran koleksi unggulan dari masing-masing negara. Dalam kegiatan ini, setiap negara akan menampilkan koleksi terbaik mereka sebagai representasi identitas budaya.
Sementara itu, pilar ketiga adalah community festival yang melibatkan masyarakat melalui berbagai kegiatan seni dan permainan tradisional lintas negara. Festival ini dirancang menjadi ruang interaksi budaya yang lebih dekat dengan publik.
Syaiful menambahkan, seluruh rangkaian kegiatan direncanakan berlangsung selama satu hingga dua minggu. Dengan konsep tersebut, Museum Adityawarman diharapkan dapat berkembang menjadi hub museum dan kebudayaan di tingkat Asia Tenggara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....