Sebanyak 64 Peserta Ikuti Seleksi Guru Tahfidz Solok Selatan

  • 21 Apr 2026 22:22 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Pemerintah Kabupaten Solok Selatan menggelar seleksi guru Tahfidz untuk mengisi kekosongan tenaga pengajar di rumah tahfidz binaan yang tersebar di seluruh nagari, Selasa 21 April 2026. Seleksi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat Program Unggulan Satu Jorong Satu Rumah Tahfidz, sekaligus mendorong syiar pendidikan Al-Qur’an di tengah masyarakat.

Staf Ahli Bupati Solok Selatan Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Dr. Novirman, menegaskan bahwa kualitas menjadi fokus utama dalam proses rekrutmen ini. “Sebanyak 64 peserta ambil bagian dalam seleksi yang berlangsung di Mushalla Kantor Bupati Solok Selatan,” ujarnya.

Novirman menjelaskan, kekosongan guru tahfidz terjadi karena sejumlah tenaga pengajar tidak lagi aktif, berpindah tempat kerja, hingga lulus sebagai PPPK dengan penempatan di luar daerah. “Seleksi ini penting untuk memastikan guru Tahfidz yang direkrut benar-benar memiliki kompetensi, baik dari sisi pengetahuan maupun kemampuan membaca Al-Qur’an secara baik dan benar,” katanya.

Para peserta diuji melalui tahapan seleksi yang ketat, mulai dari ujian tertulis hingga praktik membaca Al-Qur’an dengan penekanan pada tajwid dan makharijul huruf dari Kemenag Solok Selatan. “Kami berharap melalui seleksi ini lahir guru tahfidz yang tidak hanya hafal, tetapi juga mampu membimbing peserta dengan metode yang baik dan benar,” kata Novirman.

Sementara itu, Penelaah Teknis Kebijakan Bagian Kesra, Rohana, menyebutkan seleksi ini diikuti oleh guru tahfidz binaan pemerintah daerah yang telah mengabdi di rumah tahfidz masing-masing. “Hasil seleksi nantinya akan ditetapkan melalui Surat Keputusan Bupati Solok Selatan,” ujarnya.

Pada tahun sebelumnya, tercatat sebanyak 273 guru Tahfidz telah ditetapkan melalui keputusan tersebut. Pemerintah Kabupaten Solok Selatan terus membenahi sumber daya manusia unggul untuk mendukung pemajuan kualitas pendidikan di daerah ini.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Solok Selatan juga berkomitmen memberikan pembinaan berkelanjutan bagi para guru tahfidz yang lolos seleksi, baik melalui pelatihan peningkatan kompetensi maupun evaluasi berkala. Langkah ini diharapkan mampu menjaga kualitas pembelajaran di rumah tahfidz, sehingga program Satu Jorong Satu Rumah Tahfidz tidak hanya berjalan secara kuantitas, tetapi juga memberikan dampak nyata dalam mencetak generasi Qur’ani yang berakhlak dan berdaya saing.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....