Pererat Silaturahmi, Bupati Eka Putra Hadiri Pertemuan IKTD di Kabupaten Bungo
- 20 Apr 2026 19:14 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Ratusan perantau yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Tanah Datar (IKTD) Kabupaten Bungo melepas rindu dengan kampung halaman melalui acara silaturahmi yang dihadiri langsung oleh Bupati Eka Putra, Senin 20 April 2026. Acara yang berlangsung di Komplek Rumah Dinas Bupati Bungo, tersebut menjadi momentum penting dalam mempererat tali persaudaraan antara pemerintah daerah dengan warga di perantauan.
Dalam kegiatan yang bertema "Satukan Niat Bersihkan Hati Pererat Silaturahmi Sesama Kita" itu Bupati Eka Putra mengatakan, kehadirannya bersama rombongan memenuhi undangan IKTD Bungo bukan sekadar ingin bersilaturahmi dengan perantau IKTD dan Pemerintah Kabupaten Bungo, namun lebih dari itu ada ikatan batin yang kuat antara masyarakat Tanah Datar dan Bungo.
"Secara geografis, Sumatera Barat dan Jambi, khususnya Bungo, adalah wilayah yang bertetangga. Selain itu, banyak warga kami yang telah lama menetap di sini, bahkan sejak generasi sebelumnya. Tidak sedikit yang berasal dari Tanah Datar, yang kemudian merantau dan menetap di Bungo," ujar Eka Putra yang didampingi Ketua TP PKK Ny. Lise Eka Putra dan beberapa pimpinan OPD. "Untuk itu atas nama seluruh warga masyarakat Tanah Datar yang ada disini kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Bungo yang telah menerima warga kami disini dengan baik."
Bupati Eka Putra juga berharap kepada perantau Tanah Datar yang menetap di Bungo masih tetap menjaga dan mempertahankan adat dan budayanya sebagai orang Tanah Datar dikenal memiliki nilai sejarah dan budaya tinggi.
"Dimanapun kita berada, prinsip “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung” tetap harus kita pegang. Kita harus mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan, tanpa melupakan akar budaya dan nilai-nilai yang berasal dari kampung halaman. Budaya dan adat istiadat yang kita miliki adalah jati diri yang harus terus dijaga dan dilestarikan, baik di ranah maupun di rantau, agar tetap hidup dan menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari," pesannya.
Sementara Bupati Bungo Dedy Putra mengatakan bahwa di Kabupaten Bungo penduduknya bercampur dari berbagai suku yang ada di Indonesia (heterogen). Mulai dari penduduk asli Bungo, Minang, Jawa, Batak dan ada beberapa suku lainnya.
"Kami sangat terbuka, siapapun boleh tinggal dan menetap disini, yang terpenting bagi kami situasinya aman, nyaman dan tenteram dan bisa berkontribusi untuk kemajuan dan pembangunan daerah," ujarnya.
Dedy juga menyampaikan bahwa Pemerintah Daerah Bungo terbuka untuk para investor yang ingin berinvestasi di Kabupaten Bungo.
"Kami sangat membuka ruang untuk para investor yang ingin berinvestasi dan berusaha disini, malah Pemda tidak akan mempersulit terkait masalah perizinannya. Yang penting bagi kami bisa berkontribusi untuk kemajuan dan pembangunan Kabupaten Bungo, kalau hanya mengandalkan APBD saja tentu Bungo akan lama dan sulit berkembang," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....