DP3AP2KB Sumbar Terima Laporan Kekerasan Perempuan dan Anak Setiap Hari
- 17 Apr 2026 06:10 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Sumatera Barat (Sumbar) mencatat jumlah kasus kekerasan perempuan dan anak masih terjadi hampir setiap hari.
Bahkan, laporan dari berbagai daerah angka kekerasan terjadi dilingkungan keluarga maupun masyarakat.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Sumbar, Herlin Sridiani, Kamis, 16 April 2026 saat rapat koordinasi penguatan integrasi layanan perlindungan perempuan dan anak mengatakan, pada tahun 2025 lalu berdasarkan Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni PPA) tercatat sebanyak 327 kasus kekerasan terhadap perempuan dengan jumlah korban mencapai 396 orang di Sumbar. Sementara itu, kasus kekerasan terhadap anak mencapai sekitar 700 kasus dengan jumlah korban lebih dari 800 orang.
"Angka kekerasan perempuan dan anak tersebut, baru mencakup kasus yang dilaporkan secara resmi. Sebab, banyak korban yang tidak melaporkan karena berbagai faktor, seperti tekanan keluarga, rasa takut, hingga kurangnya pendampingan dari lingkungan sekitar," kata Herlin.
Herlin mencontohkan kasus yang terbaru diterima, di mana seorang anak menjadi korban pelecehan oleh ayah kandungnya sejak usia lima tahun. Bahkan, kasus tersebut sempat tidak diproses secara maksimal karena korban tidak mendapatkan dukungan dari keluarga. Kini, kasus tersebut kembali ditangani setelah adanya perlindungan dari pihak sekolah dan pendampingan dari pemerintah.
"DP3AP2KB Sumbar terus mendorong upaya pencegahan melalui pendampingan, edukasi, serta penanganan aktif terhadap kasus yang terjadi. Dengan mengajak seluruh masyarakat untuk lebih peduli dan berani melaporkan jika menemukan indikasi kekerasan, agar korban mendapatkan perlindungan dan kasus serupa tidak terus berulang di Sumbar," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....