Ahli Pertanian Unand: Deforestasi Mengancam Lingkungan dan Pangan
- 10 Apr 2026 15:29 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Andalas (Unand), Dian Fiantis menyebutkan Indonesia kembali menghadapi ancaman serius terhadap lingkungan hidup akibat meningkatnya penggundulan hutan. Data tahun 2025 mencatat kehilangan hutan mencapai 433.751 hektare atau naik 66 persen dibanding tahun sebelumnya.
Menurut Dian, lonjakan tersebut dinilai tidak sekadar angka statistik, melainkan sinyal kuat adanya tekanan besar terhadap bentang alam nasional. Di Pulau Sumatera, kondisi bahkan lebih mengkhawatirkan dengan peningkatan drastis di beberapa provinsi.
"Aceh mencatat kenaikan deforestasi hingga 426 persen, disusul Sumatera Utara sebesar 281 persen. Sementara itu, Sumatera Barat mengalami lonjakan paling tinggi hingga 1.034 persen," ucapnya, Kamis, 9 April 2026.
Guru Besar Fakultas Pertanian Unand, Prof. Dian Fiantis, menekankan kondisi ini berdampak langsung terhadap ketahanan pangan nasional. Apalagi Sumatera merupakan salah satu sentra produksi pangan utama selain Jawa dan Sulawesi.
“Sumatera memiliki tanah yang sangat subur, baik vulkanis maupun aluvial, yang mendukung sektor pertanian. Ketika hutan hilang, bukan hanya keanekaragaman hayati yang terancam, tetapi juga produktivitas lahan yang berdampak pada ketersediaan pangan,” ujarnya.
Dian menambahkan deforestasi juga dapat memperparah dampak fenomena iklim seperti El Niño yang diperkirakan terjadi pada April 2026. Hilangnya hutan membuat siklus air terganggu sehingga meningkatkan risiko kekeringan dan kebakaran hutan.
"Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan bencana lanjutan seperti banjir dan longsor saat curah hujan kembali meningkat. Kerusakan hutan dan daerah aliran sungai memperbesar risiko bencana hidrometeorologi yang semakin kompleks di berbagai wilayah Indonesia," tuturnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....