Petani Pariaman Sulap Lahan Tidur Jadi Kebun Cabai Produktif

  • 31 Mar 2026 12:45 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Komitmen Pemerintah Kota Pariaman dalam menghidupkan kembali sektor pertanian terus diwujudkan secara nyata melalui berbagai langkah strategis. Salah satunya terlihat dari upaya pemanfaatan lahan tidur menjadi lahan produktif oleh masyarakat setempat.

Wali Kota Pariaman, Yota Balad, meninjau langsung lokasi kebun cabai di Desa Rawang, Kecamatan Pariaman Tengah, pada Senin 30 Maret 2026. Ia mengapresiasi langkah Sawirman salah seorang perani cabai dalam mengolah lahan tidur menjadi lahan produktif yang bernilai ekonomi.

“Kita mengapresiasi masyarakat khususnya petani cabai bapak Sawirman yang telah mengolah lahan pertanian yang sudah lama terbengkalai tersebut menjadi lebih produktif,” ujarnya.

Yota Balad juga mendorong masyarakat Kota Pariaman untuk memanfaatkan lahan tidur yang ada agar dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Menurutnya, langkah ini menjadi strategi penting dalam memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan daerah.

Lebih lanjut, ia menyebutkan upaya tersebut sejalan dengan arahan presiden Prabowo Subianto terkait penguatan ketahanan pangan nasional. Dalam waktu dekat, Pemerintah Kota Pariaman juga berencana mengoptimalkan lahan tidur seluas sekitar 10 hektare untuk dijadikan lahan sawah produktif.

Sementara itu, Sawirman, seorang petani cabai di Desa Rawang, Kecamatan Pariaman Tengah, berhasil mengolah lahan yang sebelumnya terbengkalai menjadi kebun cabai yang produktif. Lahan tersebut diketahui telah tidak digarap selama kurang lebih enam tahun.

Sawirman mengungkapkan awalnya lahan tersebut dipenuhi semak belukar dan tumbuhan liar. Ia kemudian berinisiatif menghubungi pemilik lahan untuk meminta izin mengelolanya menjadi lahan pertanian.

“Lahan tersebut sudah dipenuhi semak dan tumbuhan liar. Karena itu saya hubungi pemiliknya bagaimana lahan tersebut diolah menjadi lahan yang produktif. Kebetulan pemiliknya setuju, maka kita olah jadi kebun cabai,” ujarnya.

Menurut Sawirman, kondisi lahan yang sulit mendapatkan pasokan air membuatnya kurang cocok untuk ditanami padi. Oleh karena itu, ia memilih membudidayakan tanaman cabai yang dinilai lebih sesuai dengan kondisi lahan tersebut.

Saat ini, kebun cabai yang dikelolanya memiliki sekitar 9.300 batang tanaman dengan luas lahan mencapai kurang lebih satu hektare. Ia berharap dalam waktu sekitar dua bulan ke depan, hasil panen dapat maksimal dan memberikan keuntungan yang baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....