Pemkab Solok Selatan Paparkan Capaian Kinerja 2025

  • 31 Mar 2026 06:01 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Pemerintah Kabupaten Solok Selatan menyampaikan sederet capaian kinerja dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 kepada DPRD Kabupaten Solok Selatan. Penyampaian tersebut dilakukan dalam rapat paripurna yang berlangsung di Padang Aro, Kamis 26 Maret 2026, dengan mengusung tema pembangunan Perkuatan Ketahanan Sosial dan Persiapan Transformasi Ekonomi untuk mendukung Indonesia Emas 2045.

Wakil Bupati Solok Selatan, Yulian Efi, mengatakan penyelenggaraan pemerintahan daerah diarahkan untuk mencapai visi pembangunan yang tertuang dalam RPJMD Kabupaten Solok Selatan 2025–2029. Ia menjelaskan, prioritas pembangunan daerah dibagi dalam lima tema yang dilaksanakan melalui 34 urusan pemerintahan oleh seluruh perangkat daerah sesuai tugas dan fungsi masing-masing.

"Selain itu, penyelenggaraan pemerintahan daerah yang didukung APBD Tahun Anggaran 2025 dinilai berjalan optimal melalui pelaksanaan berbagai kebijakan, program, dan kegiatan. Realisasi belanja APBD tahun 2025 mencapai Rp808,76 miliar atau 93,52 persen dari total realisasi pendapatan sebesar Rp837,15 miliar. Kebijakan belanja daerah difokuskan pada peningkatan pertumbuhan ekonomi, aksesibilitas wilayah, serta penyediaan infrastruktur dasar sosial ekonomi," kata Yulian.

Yulian menyampaikan, pada bidang pembangunan manusia, Pemkab Solok Selatan mencatat sejumlah capaian positif. Rata-rata lama sekolah mencapai 9,20 tahun dengan capaian 105,02 persen, sementara angka harapan hidup mencapai 72,77 tahun. Pertumbuhan ekonomi sektor unggulan tercatat sebesar 5,4 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan PDRB keseluruhan sebesar 3,65 persen. Selain itu, tingkat pengangguran turun menjadi 2,13 persen dan jumlah penduduk penyandang masalah kesejahteraan sosial berkurang 9.007 jiwa dibandingkan tahun sebelumnya.

"Di sisi tata kelola pemerintahan dan pembangunan daerah, Pemkab Solok Selatan juga mencatat berbagai capaian, di antaranya indeks SPBE sebesar 3,5, indeks pelayanan publik 4,03, serta indeks kualitas lingkungan hidup sebesar 82,69. Selain itu, persentase desa atau nagari mandiri mencapai 51,28 persen, dan kegiatan CSR dunia usaha yang selaras dengan program pemerintah mencapai 100 persen. Pemerintah Kabupaten Solok Selatan optimistis capaian tersebut menjadi modal untuk memperkuat pembangunan daerah ke depan," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....