Kota Padang Menapaki Tujuan ke Kota Gastronomi UNESCO

  • 29 Mar 2026 17:08 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Kota Padang semakin dekat menapaki pangakuan sebagai City of Gastronomy UNESCO atau Kota Gastronomi dengan menunggu Surat Keputusan dari Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia untuk menetapkan kota tersebut sebagai Kota Kuliner Nusantara. Hal dimaksud disampaikan Dewan Pakar Indonesia Creative Cities Network (ICCN) dan Penyusun Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I) Kota Padang, Satria Haris langkah pengusulan ke UNESCO berlangsung positif.

“Dokumen Addendum PMK3I sudah disubmit dengan kami menunggu SK dari Kemenekraf untuk status sebagai kota kuliner sebagai rujukan penetapan dari UNESCO. Langkah ini belum selesai, kami masih menyusun road map kota city of gastronomy bersama pemerintah provinsi Sumatera Barat,” katanya, Sabtu, 28 Maret 2026.

Satria Haris mengungkapkan, peta jalan kota gastronomi tersebut membuka peluang Kota Padang melewati seleksi tahap 10 besar seleksi nasional. “Jadi nantinya hanya akan ada dua perwakilan kabupaten/kota kreatif dari Indonesia yang dikirimkan ke UNESCO. Kami siap melewati tahapan ini,” ujarnya.

Sementara itu, peta jalan untuk seleksi nasional tersebut juga membutuhkan rekomendasi dua kota terpilih dari Komite Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU). “Mereka nanti akan melakukan penyusunan detail nominasi dan surat dukungan,” kata Satria.

Satria mengatakan, posisi Kota Padang dalam pengusulan sebagai Kota Gastromi berada di puncaknya pada tahapan submisi resmi ke UNESCO dengan target pada 2027 mendatang. “Selanjutnya ada tahap evaluasi dan pengumuman kelolosan pada Oktober 2027,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kota Padang, Yudi Indra Syani mengakui, seluruh tahapan yang sedang berjalan perlu didukung oleh semua pihak terkait. “Seluruh hexahelix kami kumpulkan secara berkala, untuk membahas langkah-langkah yang akan dilalui, ini bentuk keseriusan kami menyukseskan langkah pengakuan UNESCO,” ujarnya.

Yudi berharap, warga kota turun berperan dalam melanggengkan pengakuan dunia tersebut. “Ekosistem yang ada saat ini sangat mendukung, namun perlu diperhatikan adalah bagaimana warga kota membranding kota ini ini, juga tentunya membenahi pelayanan kepada pengunjung di berbagai tempat usaha kuliner,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....