Ribuan Jamaah Padati Lapangan Cindua Mato, meski Hujan Shalat Id Tetap Khidmat

  • 22 Mar 2026 06:57 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Meski hujan mengguyur Batusangkar, ribuan jamaah dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, tetap memadati Lapangan Cindua Mato untuk melaksanakan Shalat Idulfitri 1447 Hijriah, Sabtu 21 Maret 2026.

Pelaksanaan Shalat Idulfitri berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan, dimulai pukul 07.45 WIB. Bertindak sebagai imam adalah Dodi Hendra. Sementara khutbah disampaikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanah Datar, H. Amril.

Bupati Tanah Datar Eka Putra dalam sambutannya menyampaikan tahun ini terdapat perbedaan penetapan 1 Syawal. Pemerintah menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026, sedangkan Muhammadiyah menetapkannya pada Jumat, 20 Maret 2026.

Terkait hal tersebut, ia mengimbau masyarakat untuk saling menghargai perbedaan. “Walaupun terdapat perbedaan, pemerintah daerah tetap memfasilitasi keduanya. Mari kita jadikan perbedaan ini sebagai momentum mempererat ukhuwah Islamiyah,” ujarnya.

Pada momentum Idulfitri ini, Bupati juga mengajak umat Islam untuk membersihkan hati, meningkatkan silaturahmi, serta menghilangkan rasa benci dalam diri.

“Ketika bulan Syawal datang, mari kita bersihkan hati, hilangkan rasa benci, dan perkuat silaturahmi. Dengan menjaga hubungan kepada Allah dan sesama manusia, semoga kita memperoleh keselamatan di dunia dan akhirat,” katanya.

Di akhir sambutannya, Eka Putra atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar mengucapkan selamat Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah kepada seluruh masyarakat. “Minal aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin. Semoga Allah SWT menerima seluruh ibadah kita dan mengampuni segala dosa kita,” pungkasnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua DPRD Tanah Datar Anton Yondra. Ia menilai perbedaan penetapan hari raya tidak perlu diperdebatkan. “Yang terpenting kita tetap dapat merayakan Idulfitri dengan penuh kebersamaan,” ujarnya.

Ia juga berharap momentum Idulfitri dapat semakin mempererat kebersamaan dan kekompakan masyarakat, terutama pasca berbagai bencana yang melanda daerah tersebut, sehingga proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat.

Dalam khutbahnya, Amril mengajak seluruh jamaah untuk menjadi pribadi yang muttaqin setelah menjalani ibadah Ramadan. Ia menegaskan Idulfitri bukan sekadar perayaan kemenangan, tetapi juga momentum untuk kembali kepada kesucian hati, memperkuat nilai-nilai kemanusiaan, serta istiqamah dalam berbuat kebaikan.

“Idulfitri mengajarkan kita untuk menjadi pribadi yang lebih lembut, tenang, dan penuh kasih sayang terhadap sesama. Makna kemenangan yang mendalam adalah bagaimana kita mampu menghilangkan ego dan saling memaafkan,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....