Seribu Lebih Jemaah Umrah di Sumbar Berpotensi Tertahan di Arab Saudi

  • 03 Mar 2026 10:20 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Penutupan sementara layanan penerbangan di Arab Saudi oleh otoritas bandara setempat menimbulkan dampak signifikan bagi pemulangan jemaah umrah asal Sumatera Barat. Kebijakan tersebut diambil menyusul meningkatnya eskalasi keamanan setelah serangan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Akibatnya, sekitar 1.020 jemaah umrah asal Sumatera Barat berpotensi tertahan di Arab Saudi. Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Kemenhaj Provinsi Sumatera Barat, M. Rifki pada Selasa 3 Maret 2026, meminta seluruh penyelenggara travel umrah memastikan layanan kepada jemaah tetap terpenuhi selama berada di Arab Saudi.

Rifki menegaskan seluruh fasilitas yang termasuk dalam paket perjalanan, mulai dari akomodasi, konsumsi harian, hingga pendampingan informasi harus dilayani secara optimal. “Alhamdulillah, sampai saat ini jemaah masih berada dalam kondisi aman. Akomodasi dan konsumsi mereka tetap ditanggung sebagaimana mestinya,” ujarnya.

Selain memastikan layanan bagi jemaah yang tertahan, Rifki juga meminta travel umrah menunda seluruh pemberangkatan baru dari Sumatera Barat hingga situasi keamanan di Timur Tengah kembali stabil.

Rifki menyebut, biasanya terdapat gelombang keberangkatan tambahan pada pertengahan Ramadhan hingga menjelang Idulfitri. “Untuk itu, kita meminta travel umrah untuk menghentikan dulu sementara keberangkatan hingga situasi benar-benar aman,” kata Rifki.

Hingga saat ini, pemerintah bersama seluruh pemangku kebijakan terus memantau perkembangan situasi dan menunggu informasi resmi dari otoritas penerbangan Arab Saudi terkait kepastian dibukanya kembali rute penerbangan ke kawasan tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....