Pemkab Agam Pacu Percepatan Pembangunan Huntap

  • 26 Feb 2026 09:03 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Pemerintah Kabupaten Agam terus memacu percepatan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi. Hal tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Persiapan dan Laporan Pembangunan Huntap yang digelar secara daring dari Mess Pemerintah Daerah Agam, Belakang Balok, Bukittinggi, Rabu 25 Februari 2026.

Rapat yang mempertemukan pemerintah pusat dengan pemerintah daerah terdampak itu bertujuan mengevaluasi progres rehabilitasi serta mempercepat pembangunan kawasan relokasi yang dinilai aman dan layak bagi masyarakat.

Bupati Agam, Benni Warlis, menegaskan, percepatan pembangunan huntap merupakan prioritas utama pemerintah daerah agar masyarakat tidak terlalu lama tinggal di hunian sementara. “Pembangunan hunian tetap bukan hanya membangun kembali rumah yang rusak, tetapi memastikan masyarakat tinggal di kawasan yang aman serta memiliki kepastian hidup ke depan,” ujarnya.

Secara nasional, kebutuhan pembangunan huntap di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mencapai 17.969 unit. Dari jumlah tersebut, baru 1.445 unit yang masuk tahap pembangunan, sementara 16.524 unit lainnya belum terealisasi.

Untuk Kabupaten Agam sendiri, kebutuhan huntap yang telah diverifikasi oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman Republik Indonesia berjumlah 704 unit. Pemkab Agam telah menyiapkan empat lokasi relokasi dengan kapasitas sementara 460 unit.

Rinciannya, sebanyak 325 unit untuk Dama Gadang di Nagari Dalko, 60 unit di BBI Gumarang di Nagari Tigo Koto Silungkanga. Kemudian Padang Tarok di Nagari Salareh Aia Utara sebanyak 75 unit dalam proses sertifikat hibah dan Lapangan SDN 05 Kayu pasak di Nagari Salareh Aia sebagai hunian sementara.

Selain itu, lahan eks HGU PT Palalu Raya dan PT Inang Sari, masing-masing sekitar delapan hektare, juga disiapkan sebagai alternatif pengembangan kawasan relokasi baru. Namun, kebutuhan lahan yang cukup besar membuat daerah masih kekurangan sekitar 3,75 hektare untuk memenuhi kebutuhan pembangunan 244 unit hunian tetap yang tersisa.

Benni menambahkan kendala klasik berupa keterbatasan lahan strategis masih menjadi tantangan utama yang harus diselesaikan dalam waktu dekat. Ia berharap percepatan pembangunan huntap dapat segera terwujud demi pemulihan kehidupan masyarakat terdampak bencana secara menyeluruh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....