KONI Sumbar Tetapkan 48 Cabor Lolos Verifikasi Porprov XVI 2026

  • 21 Feb 2026 09:46 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Barat (Sumbar) terus mematangkan persiapan Porprov XVI yang dijadwalkan berlangsung pada 2–14 Oktober 2026. Sebanyak 48 Cabang Olahraga (Cabor) dinyatakan lolos verifikasi administrasi dan aktif secara legal melalui pendaftaran KONI kabupaten/kota.

Wakil Ketua Umum II KONI Sumbar sekaligus Ketua Pelaksana Porprov XVI, Septri mengatakan, data final Cabor tersebut akan dibahas dalam rapat koordinasi teknis (rakornis) bersama KONI kabupaten/kota dan pengurus provinsi (pengprov) sebagai peserta Porprov XVI. “Sebanyak 48 cabang olahraga sudah terverifikasi dan aktif secara legal. Hasil ini akan kami bawa dalam rakornis bersama KONI kabupaten/kota dan pengprov peserta Porprov yang direncanakan Sabtu, 7 Maret 2026,” ujarnya, Sabtu 21 Februari 2026.

Menurut Septri, pada Rakor tersebut juga akan menyepakati tuan rumah masing-masing cabang olahraga, penetapan teknis jadwal, serta peluncuran (launching) Porprov. Kemudian menyosialisasikan terkait aplikasi resmi yang akan digunakan untuk mendukung sistem pertandingan dan administrasi selam Porprov berlangsung.

“Secara rinci, 48 cabor yang dipastikan lolos verifikasi antara lain sepak takraw, taekwondo, atletik, panahan, biliar, akuatik, catur, bola voli, tinju, pencak silat, tenis meja, angkat besi, karate, menembak, bulutangkis, kempo, sepak bola, futsal, angkat berat, dayung, panjat tebing, tarung derajat, tenis lapangan, bola basket, dan bridge,” kata Septri.

Selain itu, beberapa Cabor juga dipertandingkan antara lain, bola tangan, wushu, gulat, gimnastik, soft tenis, sepatu roda, hapkido, binaraga, arung jeram, aero sport, balap motor, pickleball, petanque, e-sport, judo, muaythai, mixed martial arts, kick boxing, dance sport, balap sepeda, cricket, sambo, gateball, dan woodball. Sementara, beberapa cabor besar seperti sepak takraw, taekwondo, atletik, dan panahan tercatat memiliki 17 kepengurusan cabang (pengcab) aktif.

“Sementara untuk cabang seperti bola voli, tinju, pencak silat, bulutangkis, dan karate masing-masing didukung 16 pengcab aktif. Di sisi lain, cabang seperti dance sport, balap sepeda, cricket, sambo, gateball, dan woodball tercatat memiliki 10 pengcab aktif sebagai syarat minimal mempertandingkan nomor lengkap,” kata Septri.

Ia menjelaskan, Porprov XVI akan diselenggarakan dengan konsep tuan rumah bersama, dengan pusat kegiatan di Kompleks Universitas Negeri Padang (UNP). Kemudia partisipasi dari sejumlah daerah lain yang mengajukan diri dan dinilai layak menjadi tuan rumah cabang olahraga tertentu.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Sumbar, Hamdanus mengatakan, Porprov tidak hanya gelaran ajang kompetisi rutin, tetapi bagian dari desain pembinaan jangka panjang olahraga Sumbar. “Porprov ini adalah wahana seleksi dan pembinaan. Dari sini kami ingin melahirkan atlet-atlet muda potensial yang diproyeksikan tampil di Porwil, Kejuaraan Nasional, Babak Kualifikasi PON hingga PON XXII NTB–NTT 2028,” kata Hamdanus.

Hamdanus menambahkan, nomor pertandingan yang diperlombakan mengacu pada nomor yang dipertandingkan pada Pekan Olahraga Nasional XXI dan Pekan Olahraga Nasional XXII, dengan ketentuan minimal enam peserta untuk memperebutkan medali emas, perak, dan perunggu. Peserta Porprov XVI berasal dari seluruh kontingen kabupaten/kota se-Sumatera Barat yang didaftarkan melalui KONI masing-masing daerah.

“Syarat utama adalah atlet wajib berstatus Warga Negara Indonesia, berdomisili di Sumbar, serta memiliki KTP elektronik Sumbar paling lambat Juni 2025 atau dibuktikan dengan KK/KIA bagi atlet yang belum cukup umur. Dengan waktu persiapan sekitar delapan bulan menuju Oktober 2026, kami menargetkan seluruh aspek teknis dan nonteknis terselesaikan secara matang melalui koordinasi intensif lintas daerah dan cabang olahraga,” ujar Hamdanus.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....