Luas Panen Padi Sumbar 2025 Menurun

  • 09 Feb 2026 20:56 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang: Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat (Sumbar) mencatat, luas panen padi di provinsi ini pada 2025 mencapai 284.076 hektare. Luasan ini mengalami penurunan sebesar 11.203 hektare atau 3,79 persen dibandingkan luas panen padi di 2024 yang sebesar 295.279 hektare.

Statistisi Ahli Madya BPS Sumbar, Amalia Noviani mengatakan, berdasarkan hasil Survei Kerangka Sampel Acuan (KSA), realisasi produksi padi di provinsi ini pada 2025 sebanyak 1.382.697 ton Gabah Kering Giling (GKG). Menurutnya, angka tersebut mengalami kenaikan sebesar 26.229 ton atau 1,93 persen dibandingkan produksi padi di 2024 yang sebanyak 1.356.468 ton GKG. Sementara, jika dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi pangan penduduk, maka produksi beras pada 2025 mencapai 800.613 ton, atau meningkat 1,93 persen sebanyak 15.187 ton dibandingkan 2024 yang sebesar 785.426 ton. 

“Jika dilihat pada Desember 2025 saja luas panen juga mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024. Tercatat pada Desember 2024, luas panennya 18,78 ribu hektare, sedangkan di Desember 2025 seluas 18,10 ribu hektare,” kata Amalia Noviani, Senin, 9 Februari 2026.

Amalia menyampaikan, bahwa puncak panen padi pada 2025 masih sama dengan 2024 yang terjadi pada bulan Maret. Sementara untuk produksi padi tertinggi pada 2025 terjadi pada Maret, yaitu sebesar 186.584 ton Gabah Kering Panen (GKP) dan jumlah produksi terendah terjadi pada November, sekitar 77.243 ton GKP.

“Sementara, luas panen padi pada Maret 2025 adalah sebesar 32.645 hektare. Sedangkan pada Maret 2024 luas panen padi mencapai 36.840 hektare,” ujarnya.

Sementara itu, potensi luas panen padi pada Januari hingga Maret 2026 diperkirakan mencapai 83.527 hektare, atau menurun sebesar 9.805 hektare atau 10,51 persen, dibandingkan luas panen padi pada periode yang sama di 2025 yang sebesar 93.331 hektare. “Angka potensi ini masih berpotensi berubah, masih menunggu hasil KSA di bulan berjalan serta produktivitas di Subround I 2026 (Januari-April 2026),” kata Amalia.

Amalia menjelaskan, terdapat 3 kabupaten/kota di Sumbar tercatat memiliki total produksi padi (GKG) tertinggi pada 2025, yakni Kabupaten Solok, Kabupaten Pesisir Selatan, dan Kabupaten Tanah Datar.  “Sementara itu, tiga kabupaten/ kota dengan produksi padi (GKG) terendah yaitu Kota Padang Panjang, Kota Bukittinggi, dan Kabupaten Kepulauan Mentawai,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....