Sungai di Koto Tangah Mulai Dibersihkan

  • 01 Feb 2026 16:39 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Pemerintah Kecamatan Koto Tangah Kota Padang mulai melakukan pembersihan sungai  pada sejumlah titik rawan pasca banjir bandang yang terjadi pada 27 November 2026. Langkah  tersebut dilakukan guna mengurangi potensi banjir susulan sekaligus menata kembali daerah aliran sungai yang mengalami perubahan akibat bencana.

Camat Koto Tangah Kota Padang, Fizlan Setiawan mengatakan,  kegiatan pembersihan difokuskan pada penataan batu-batu sungai di sekitar tebing yang dinilai rawan longsor saat hujan deras dan debit air meningkat. Penataan ini dilakukan untuk memperkuat struktur bantaran sungai agar lebih aman bagi lingkungan sekitar.

Selain penataan tebing, pemerintah kecamatan juga menurunkan satu unit alat berat untuk melakukan land clearing. Alat tersebut digunakan membersihkan sisa lumpur, material banjir, serta sedimen yang menumpuk di saluran drainase dan alur sungai.

 “Yang kita lakukan saat ini adalah menyusun batu-batu sungai di sekitaran kebing yang menjadi rawan ketika hujan dan air meluap.Satu alat berat kita turunkan untuk membersihkan bekas-bekas lumpur, bekas banjir, dan sedimen yang ada di drainase yang dikhawatirkan menghambat aluran dan saluran air di lingkungan sungai,” ujar Fizlan Setiawan, Minggu, 1 Februari 2026.

Fizlan menambahkan, bencana banjir bandang pada 27 November lalu menyebabkan perubahan signifikan pada aliran sungai. Kondisi tersebut membuat pemerintah perlu melakukan kajian lanjutan terkait pergeseran alur sungai yang baru terbentuk pascabanjir.

“Dengan terjadinya bencana kemarin, aliran sungai berubah. Saat ini pemerintah sedang mengkaji sejauh mana aliran sungai akan bergeser dari alur yang lama atau yang terbentuk setelah banjir,” ungkapnya.

Terkait dampak terhadap warga, Pemerintah Kecamatan Koto Tangah telah melakukan pendataan rumah-rumah yang berada di sepanjang aliran sungai. Data tersebut dimasukkan ke dalam kategori rusak berat dan kawasan rawan banjir.

Ia menambahkan untuk kondisi dari Lubuk Minturun hingga Koto Panjang Koto, ada hampir 65 rumah yang sudah di data dan masuk dalam kawasan rawan banjir.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....