Ketua LKAAM Sumbar: Hutan Pinjaman Anak Cucu
- 31 Jan 2026 15:54 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Hutan bukan warisan nenek moyang, melainkan pinjaman anak cucu yang mesti dijaga dan dikembalikan dalam keadaan utuh. Pernyataan tersebut dilontarkan Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat, Prof. Fauzi Bahar menyinggung bencana yang susul menyusul melanda daerah ini.
Kepada RRI Kamis, 8 Januari 2026, Prof. Fauzi Bahar menuturkan, bencana alam yang melanda sejumlah kabupaten dan kota, bukti nyata pelanggaran yang dilakukan manusia terhadap alam sekitarnya.
“Manusia terlena dan terus saja melakukan kerusakan demi kerusakan yang pada akhirnya berujung bencana,” ungkapnya.
Banjir bandang, longsor dan galodo terjadi dalam setiap waktu. Masyarakat panik dan tidak menyadari buah dari perbuatan mereka sendiri.
Ke depan jelas Prof. Fauzi Bahar perlu pengawasan lebih ketat, menjaga hutan atau titik titik yang menjadi akses penebangan kayu secara liar.
“Jika perlu ditempatkan petugas yang akan mengawal dan menjaga keseimbangan alam di sekitarnya, seperti penempatan polisi hutan yang akhir-akhir ini mulai jarang,” jelas Prof. Fauzi .
Solusi lain adalah dengan memberdayakan dubalang-dubalang yang telah dibentuk pemerintah kota sehingga hutan ke depan tidak lagi dirusak oleh tangan-tangan tidak bertanggungjawab.
Selaku Ketua LKAAM Sumatera Barat, ia juga terus mengingatkan ninik mamak dan anak kemenakan agar mengedukasi diri dan lingkungan pentingnya menjaga hutan sekitar. Dari dulu hingga sekarang sudah ada peruntukkan hutan lindung dan hutan produksi. Namun sayangnya aturan yang ada dilanggar karena desakan berbagai faktor dan berujung kesengsaraan terhadap manusia itu sendiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....