DPRD Sumbar Dukung Program Silek Tradisi Minangkabau
- 25 Jan 2026 12:32 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang – Program Silek Tradisi Minangkabau secara resmi diluncurkan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat sebagai kegiatan ekstrakurikuler wajib di sekolah, Sabtu 24 Januari 2026 di Lapangan Kantor Gubernur Sumbar. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumbar, Muhidi mengapresiasi sekaligus mendukung peluncuran program ini bagi siswa SMA, SMK dan SLB se-Sumatera Barat.
Muhidi mengatakan, program strategis tersebut tidak hanya berperan dalam pelestarian budaya, tetapi juga penting dalam pembentukan karakter dan penguatan mental generasi muda, sekaligus menanamkan nilai-nilai nasionalisme. Melalui latihan silek, siswa dapat meningkatkan kebugaran jasmani, melatih kekuatan, kelenturan, keseimbangan, serta daya tahan tubuh.
“Aktivitas ini juga berkontribusi menjaga kesehatan fisik pelajar di usia remaja. Selain manfaat fisik, latihan silek tradisional menanamkan nilai disiplin dan tanggung jawab,” kata Muhidi.
Siswa dibiasakan mematuhi aturan, etika, serta jadwal latihan yang teratur, sehingga membentuk karakter disiplin yang berguna baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam aspek pembentukan kepribadian, silek tradisional juga melatih kesabaran, kepercayaan diri, serta pengendalian emosi.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasco Ruseimy setelah usai meluncurkan Program Silek Tradisi Minangkabau mengatakan, Sumatera Barat memiliki sekitar 200 aliran silek tradisional, namun saat ini hanya tersisa sekitar 50 aliran. Menurutnya, peluncuran Program ini menjadi momentum penting untuk mengangkat kembali eksistensi silek tradisional Minangkabau yang mulai tergerus zaman.
“Di tengah era digital, kita mendorong para siswa untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana publikasi kegiatan silek tradisional. Saya berharap siswa dapat mengunggah konten positif yang menampilkan manfaat dan nilai budaya silek Minangkabau,”ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Vasco juga mengajak seluruh pihak yang terlibat dalam peluncuran program agar membuat video singkat dan mengunggahnya ke media sosial masing-masing. Hal ini sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian budaya daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....