Bupati Limapuluh Kota Soroti Harga Gambir Masih Rendah
- 18 Nov 2025 16:24 WIB
- Padang
KBRN, Padang: Kabupaten Limapuluh Kota menjadi daerah pemasok utama gambir terbesar ke luar negeri dengan tingkat produktivitas tahunan lebih dari 9 ribu ton, namun nyatanya mayoritas petani gambir di sentra terbesar Sumatera Barat (Sumbar) tersebut belum menikmati hasil yang memadai. Hal tersebut disampaikan Bupati Limapuluh Kota, Safni Sikumbang usai melepas ekspor gambir di Istana Gubernuran, Selasa (18/11/2025).
Safni mengatakan, telah mengunjungi langsung negara tujuan utama ekspor gambir, India beberapa waktu lalu. Dari hasil kunjungannya, ditemukan harga gambir mentah ditingkat petani India dihargai sebesar 10 Dolar Amerika Serikat per kilogram, sementara harga ditingkat petani Kabupaten Limapuluh Kota hanya dihargai Rp40 ribu per kilogram.
“Kalau kami hitung, jangan 10 dolar, Rp100 ribu saja cukup. Sudah ada selisih presentasenya Rp60 ribu di tengah masyarakat. Rp60 ribu jika dikali produksi gambir Limapuluh Kota per bulannya 1.500 ton, sudah Rp90 miliar kami rugi setiap bulannya,” ujarnya.
Lebih lanjut Safni mengatakan terdapat tiga langkah yang harus dicapai agar komoditas gambir Sumatera Barat bisa mendongkrak perekonomian petani. Rinciannya, meningkatkan kualitas produksi gambir daerah yang mengedepankan kadar kemurnian, pabrik pengolahan gambir, dan sentra pengepul atau penampungan hasil petani gambir.
“Hari ini petani gambir didaerah menjerit, dengan harga jual Rp40 ribu perkilonya. Sementara ada 22 ribu Kepala keluarga di Kabupaten Limapuluh Kota yang menggantungkan hidup dari komoditas ini,” kata Safni.
Safni menambahkan, saat ini berupa memastikan petani gambir didaerah dapat menjaga orisinalitas produksi gambir. “Kami akan menerbitkan Perda Gambir di Limapuluh Kota. Ini untuk mengantisipasi tidak ada lagi masyarakat petani gambir yang mencampur gambir dengan barang-barang yang lain,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....