Aktivitas Gunung Talang Menurun, Masyarakat Diminta Tetap Waspada

  • 10 Okt 2025 20:43 WIB
  •  Padang

KBRN, Padang: Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengeluarkan dua rekomendasi penting menyusul menurunnya aktivitas kegempaan Gunung Talang yang terletak di Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat, Jumat (10/10/2025). Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Muhammad Wafid menyampaikan, hasil pemantauan kegempaan pada 10 Oktober 2025 sampai pukul 15.00 WIB, jumlah kegempaan sudah menurun, sementara secara visual kawah yang teramati dari Pos Pengamatan Gunung Talang di Nagari Batu Bajanjang, menunjukkan tidak ada perubahan, yakni asap berwarna putih dengan ketinggian 10 - 50 meter di atas puncak kawah.

“Hingga kini, status Gunung Talang masih level I (Normal). Dengan catatan, masyarakat di sekitar G. Talang dan pengunjung/wisatawan tidak mendekati dan bermalam di sekitar kawah Talang (Kawah Selatan dan Kawah Utama) dalam radius 500 meter. Kemudian masyarakat di sekitar Talang dan pengunjung/wisatawan mewaspadai potensi longsor di kawasan Kawah Selatan G. Talang,” kata Muhammad Wafid.

Lebih lanjut, Wafid mengingatkan potensi bahaya lain yang perlu diwaspadai, yakni kemungkinan terjadinya longsor di kawasan Kawah Selatan gunung api tersebut. “Kegempaan Gunung Talang pada umumnya didominasi oleh Gempa Tektonik Jauh. Pada tanggal 9 Oktober 2025 terekam Gempa Volcano-Tectonic (VT) sebanyak 28 kali kejadian, dan tercatat swarm atau rentetan Gempa VT dari pukul 23:01 hingga 23:04 WIB sebanyak 14 kali,” ujarnya.

Gunung Talang merupakan salah satu gunung api paling aktif di Sumatera Barat. Gunung ini terdiri dari dua kerucut utama, yaitu Talang Jantan di sebelah timur dan Talang Betina di sebelah barat, yang membentuk kompleks gunung api aktif.

"Tingkat aktivitas Gunung Talang akan segera ditinjau kembali apabila terjadi perubahan visual atau kegempaan yang signifikan," kata Wafid.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....