Limbah Dapur MBG Wajib Dikelola Melalui IPALTerpadu

  • 08 Okt 2025 10:39 WIB
  •  Padang

KBRN, Padang: Limbah yang dihasilkan dari dapur Makan Bergizi Gratis MBG, baik padat maupun cair perlu ditangani secara serius agar tidak menimbulkan pencemaran dan dampak kesehatan bagi masyarakat. Dengan demikian perlu dibuatkan instalasi pengolahan air limbah (IPAL).

Pengamat Lingkungan Universitas Andalas (Unand), Prof. Dr. Ir. Isril Berd pada Rabu, (8/09/2025)limbah menegaskan, pengelolaan limbah dapur Makan Bergizi Gratis MBG harus dilakukan secara sistematis melalui instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Menurutnya, limbah cair yang berasal dari dapur tidak boleh langsung dialirkan ke selokan atau sungai karena berpotensi mencemari lingkungan dan menyebarkan virus maupun bakteri.

“Semua limbah hasil dapur MBG harus dikonsentrasikan dan terkontrol. Limbah cair perlu ditampung melalui IPAL seperti yang diterapkan di rumah sakit,” ujar Prof. Isril.

Ia menjelaskan, sistem IPAL dapat dibuat dengan membangun kolam konsentrasi untuk menampung limbah. Di dalam kolam tersebut, dilakukan proses penyemprotan atau sterilisasi guna membunuh bakteri dan virus sebelum air dialirkan keluar. “Setelah steril, baru boleh dialirkan. Jangan melalui saluran bawah karena bisa menyebabkan penumpukan dan pencemaran,” jelasnya.

Selain limbah cair, Prof. Isril juga menegaskan pentingnya penanganan limbah padat. Menurutnya, limbah padat dari dapur MBG perlu dipilah antara organik dan anorganik sebelum dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA). Limbah organik seperti sisa makanan dan sayuran dapat diolah menjadi pakan maggot atau pupuk kompos, sedangkan limbah anorganik seperti plastik dapat didaur ulang.

“Limbah dapur MBG sangat berpotensi mengandung bakteri dan virus karena bercampur dengan sisa bahan makanan. Jika tidak dikelola dengan baik, akan terjadi pembusukan dan pencemaran lingkungan,” tambahnya.

Prof. Isril mengingatkan, pengelolaan limbah harus menjadi bagian penting dari pelaksanaan program MBG. Tanpa sistem pengolahan yang baik, manfaat program MBG bisa berbalik menjadi masalah lingkungan yang serius.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....