Kenali Tes HBcAg untuk Diagnosis Hepatitis B

  • 10 Jul 2022 22:33 WIB
  •  Padang

KBRN, Padang : Hepatitis B merupakan salah satu jenis hepatitis yang disebabkan oleh virus hepatitis B (HBV). Penyakit hati ini perlu mendapatkan pengobatan segera, karena bila tidak, hepatitis B bisa berkembang menjadi penyakit yang lebih serius seperti sirosis hati, gagal hati atau kanker hati.

Jadi, bila kamu mengalami gejala-gejala hepatitis, seperti sakit perut, urine berwarna gelap, mual dan muntah, serta penyakit kuning, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter. Ada sejumlah tes yang bisa dilakukan dokter untuk mendiagnosis hepatitis B, salah satunya adalah tes HbcAg.

Nah, seperti apa itu tes HbcAg? Agar bisa memahami tes hepatitis B tersebut dengan jelas, simak ulasannya di sini.

Mengenal Tes HbcAg untuk Diagnosis Hepatitis B

Virus penyebab hepatitis umumnya masuk ke dalam kelompok hepadnavirus yang berukuran kecil serta memiliki DNA. Virus HBV, penyebab hepatitis B, masuk ke dalam kelompok tersebut, sehingga punya ciri yang sama.

DNA virus hepatitis B dilapisi oleh selubung inti disebut hepatitis B core antigen (HBcAg). Selubung inti ini dilapisi kembali dengan selubung luar yang disebut hepatitis B surface antigen (HBsAg).

Ketika kedua lapisan antigen ini masuk ke dalam tubuh, sistem imun kita otomatis akan membuat antibodi sebagai respons untuk melindungi tubuh dari infeksi. Untuk mendiagnosis hepatitis B, dokter perlu melakukan serangkaian tes, seperti tes HBsAg, tes HBcAg, tes HBsAb (hepatitis B surface antibody/anti-HBs) dan tes HBcAb (hepatitis B core antibody/Anti-Hbc).

Di antara rangkaian-rangkaian tes tersebut, tes HBsAg dan tes HbcAg adalah tes yang sering digunakan untuk mendeteksi adanya virus hepatitis B dalam darah. Perbedaannya berkisar bagian mana yang diperiksa, apakah permukaan atau inti virus.

Keseluruhan tes tersebut saling berkaitan satu sama lain, sehingga dokter biasanya melakukan tes secara bertahap. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan diagnosis yang akurat dan menentukan pengobatan yang sesuai.

Prosedur Tes HbcAg

Tes HbcAg untuk mendiagnosis infeksi hepatitis B dilakukan dengan pewarnaan imunohistokimia pada jaringan hati. Tes ini bisa menjadi tes tambahan diagnostik yang berguna dalam biopsi pasien dengan infeksi hepatitis B kronis. Selain memastikan HBV sebagai penyebab penyakit hati, pewarnaan HbcAg juga bisa menunjukkan replikasi virus aktif.

Cara Memahami Hasil Tes Hepatitis

Ketika tes HbsAg menunjukan hasil yang positif, bisa dikatakan individu tersebut terinfeksi virus HBV. Jika tes HBsAg menunjukkan negatif tetapi anti-HBsnya positif, artinya individu tersebut telah menjalani vaksin hepatitis karena tubuh membentuk antibodi terhadap virus. Setelah mendapatkan hasil tes HBsAg di atas, dokter melakukan tes HbcAg untuk mengetahui kondisi infeksi HBV.

Prosedur tes kemudian dibagi menjadi dua, yaitu IgG HBcAg dan IgM HBcAg. Hasil IgG HBcAg menandakan bahwa seseorang mengalami hepatitis kronis, sedangkan IgM HBcAg menunjukkan hepatitis akut. Apa bedanya?

Hepatitis akut terjadi dalam waktu singkat atau muncul secara mendadak. Sementara hepatitis kronis berkembang dalam waktu yang lama, bahkan bisa sampai bertahun-tahun.

Siapa Saja yang Perlu Melakukan Tes HbcAg?

Tes HbcAg dianjurkan bagi orang-orang yang berisiko tinggi tertular virus hepatitis B (HBV). Perlu diketahui, virus hepatitis B bisa menular melalui darah, air mani atau cairan tubuh lainnya. Oleh karena itu, kelompok orang yang perlu melakukan tes HbcAg, antara lain:

Ibu hamil atau bayi yang lahir dari ibu yang hasil HbsAg-nya positif.

Pengguna narkoba jarum suntik.

Mereka yang memiliki banyak pasangan seks atau melakukan hubungan sesama jenis.

Orang yang tinggal atau merawat pengidap hepatitis B.

@halodoc

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....