Urgensi Gerakan Stop Boros Pangan
- 18 Des 2024 17:41 WIB
- Padang
KBRN, Padang: Presiden Republik Indonesia telah menetapkan bahwa Indonesia harus menjadi negara berkedaulatan pangan atau berswasembada pangan. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang Alfiadi saat dihubungi RRI Padang, Senin (16/12/2024).
“Data menunjukkan bahwa sampah makanan yang dihasilkan di Indonesia sebanyak 23 sampai 48 juta ton pertahunnya, jika dikonversikan ke uang, sama dengan 213 sampai 551 Triliyun Rupiah atau setara dengan 4,5 persen PDB Indonesia,” ujarnya.
Dengan angka sebesar itu bisa mencukupi untuk memberikan makanan kepada 61 sampai 125 juta orang. Pemborosan pangan tidak hanya merugikan secara ekonomi, tetapi juga berdampak buruk pada lingkungan.
“Sampah makanan menghasilkan emisi gas rumah kaca dan memperburuk perubahan iklim,” kata Alfiadi.
Untuk itu Alfiadi menghimbau masyarakat untuk menggalakkan gerakan selamatkan pangan. Hal ini bisa dilakukan dengan cara stop boros pangan, bertujuan untuk mengurangi pemborosan pangan dan memastikan bahwa pangan yang layak konsumsi tidak terbuang sia-sia.
Lebih lanjut ia menyampaikan, agar tidak terbuang sia-sia, maka mulailah makan sesuai dengan kebutuhan, lalu ambillah makanan secukupnya. Kemudian, rencanakan belanja dengan bijak, memasak secara tepat, lalu pahami cara menyimpan makanan yang baik serta manfaatkan sisa makanan seoptimal mungkin seperti menjadikannya pupuk alami.
Menutup perbincangannya, Alfiadi mengatakan, gerakan stop boros pangan ini bukan hanya tentang bagaimana menghemat uang. Namun juga tentang bagaimana untuk menjaga kelestarian lingkungan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....