Jemaah Salat Id Padati Balai Kota Payakumbuh, Wako Tekankan Toleransi

  • 22 Mar 2026 09:41 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Ribuan jamaah salat Idulfitri 1447 Hijriah memadati halaman Balai Kota Payakumbuh, meski hujan mengguyur sejak subuh, Jumat, 20 Maret 2026. Dihadapan jemaah Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta mengajak masyarakat menyikapi perbedaan penetapan 1 Syawal dengan bijak agar tidak memicu perpecahan.

“Walaupun terdapat perbedaan dalam penentuan 1 Syawal 1447 H, ada yang Jumat 20 Maret dan ada yang Sabtu 21 Maret, janganlah menyebabkan perpecahan di masyarakat. Kita tetap menghargai perbedaan ini sebagai bentuk toleransi umat beragama,” ujarnya.

Menurutnya, Idulfitri menjadi momentum penting untuk kembali kepada fitrah setelah menjalani ibadah puasa selama Ramadan. “Hari Raya Idul Fitri bukan sekadar perayaan, tetapi merupakan momen untuk kembali kepada fitrah, kembali kepada kesucian jiwa setelah sebulan penuh kita menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan,” katanya.

Zulmaeta juga mengingatkan pentingnya mempererat silaturahmi dan memperkuat persatuan di tengah masyarakat. “Momentum Idulfitri ini hendaknya kita jadikan sebagai sarana untuk mempererat tali silaturahmi, memperkuat rasa persatuan, serta menumbuhkan rasa kekeluargaan di tengah masyarakat,” katanya.

Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menjaga keamanan dan ketertiban selama Ramadan hingga Idulfitri. “Kami juga ingin menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak, para ASN, tenaga kesehatan, TNI dan Polri, serta seluruh elemen masyarakat yang telah berkontribusi dalam menjaga Kamtibmas selama bulan Ramadan hingga Hari Raya Idulfitri ini,” katanya.

Zulmaeta turut menyampaikan ucapan selamat datang kepada para perantau yang pulang kampung dan mengapresiasi kontribusi mereka terhadap perekonomian daerah. “Kepada para perantau, kami ucapkan selamat datang di kampung halaman tercinta. Terima kasih atas sumbangsih para perantau Minang yang telah berkontribusi nyata pada perekonomian Sumatera Barat dan juga Kota Payakumbuh,” ujarnya.

Ia menyebut kontribusi perantau Minang sangat signifikan, dengan estimasi kiriman uang dan barang mencapai Rp20 triliun per tahun. Selain itu, mudik Lebaran juga mendorong perputaran ekonomi di Sumatera Barat yang diperkirakan mencapai Rp12 triliun, termasuk berdampak pada Kota Payakumbuh sebagai daerah perlintasan dan tujuan.

Pemko Payakumbuh, lanjutnya, terus berupaya meningkatkan pelayanan bagi masyarakat dan perantau, termasuk melalui rekayasa lalu lintas serta penempatan pos pengamanan di titik strategis seperti kawasan Ngalau Indah dan pusat kota. “Kami bersama Forkopimda terus berupaya meningkatkan pelayanan kepada para perantau dan pengunjung agar lebih nyaman selama berada di Kota Payakumbuh,” katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....