Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 H Jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026

  • 20 Mar 2026 10:59 WIB
  •  Padang

Pemerintah resmi menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Keputusan ini disampaikan Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam sidang isbat yang digelar setelah mempertimbangkan hasil hisab dan rukyat di berbagai wilayah Indonesia.

Nasaruddin menyebut, dari laporan yang masuk, tidak ada satu pun titik pemantauan yang berhasil melihat hilal. Dengan tidak terlihatnya hilal, pemerintah memutuskan untuk menggenapkan atau menggenapkan Ramadan menjadi 30 hari.

“Dengan demikian, disepakati bahwa 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada hari Sabtu, 21 Maret 2026,” ujarnya. Ia berharap keputusan tersebut dapat menjadi pedoman bersama bagi umat Islam di Indonesia dalam merayakan Idulfitri secara serentak.

Sementara itu, Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Padang Panjang, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Suhaidi Ahadi, menjelaskan secara astronomis posisi hilal memang masih sulit diamati, termasuk di wilayah Sumatera Barat.

Menurutnya, kriteria yang digunakan mengacu pada kesepakatan MABIMS, yakni tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat. Namun, kondisi saat ini masih berada di ambang batas tersebut sehingga peluang pengamatan hilal sangat kecil.

“Secara alat, kemungkinan hilal terlihat sangat kecil karena masih ada cahaya safak matahari,” jelas Suhaidi. Ia menambahkan, dalam kondisi tertentu, faktor cuaca dan cahaya turut memengaruhi keberhasilan pengamatan hilal.

Nasaruddin berharap masyarakat dapat mengikuti hasil sidang isbat yang telah ditetapkan pemerintah sebagai acuan bersama dalam menentukan hari raya Idulfitri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....