Pemko Padang Siapkan Transformasi Masjid Jadi Inkubator Kreativitas
- 15 Mar 2026 09:45 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Pemerintah Kota (Pemko) Padang tengah menyiapkan langkah besar dalam transformasi kegiatan keagamaan dan kepemudaan. Hal ini ditegaskan Wali Kota Fadly Amran saat menutup rangkaian Gebyar Ramadan 2026 di Masjid Raya Ganting, Sabtu 14 Maret 2026 malam.
Dalam arahannya, Fadly Amran menekankan bahwa masjid harus bertransformasi menjadi “inkubator” kreativitas bagi generasi muda. Melalui inisiatif Remaja Masjid Reborn, masjid tidak lagi hanya menjadi tempat ibadah rutin, tetapi juga pusat pengembangan bakat, olahraga, hingga literasi digital. “ Masjid dan musala harus menjadi tempat anak-anak kita mengasah mentalitas juara, baik melalui penguatan iman maupun aktivitas sosial lainnya,” ujar Fadly.
Salah satu inovasi yang akan segera diterapkan adalah penguatan aktivasi digital pada program Subuh Mubarokah. Kedepan, pemantauan kehadiran siswa tidak lagi menggunakan metode manual, melainkan beralih ke teknologi face recognition dengan perangkat tablet yang ditempatkan di setiap masjid.
Guna menjaga konsistensi siswa, Pemko Padang juga menyiapkan skema reward yang lebih kompetitif. Bantuan tunai bagi siswa yang disiplin mengikuti Subuh Mubarokah direncanakan naik dua hingga tiga kali lipat pada triwulan mendatang.
"Bahkan, bagi siswa yang mampu mempertahankan kehadiran penuh sepanjang tahun, pemerintah menyiapkan apresiasi berupa ibadah umrah. Tujuannya diharapkan mampu meningkatkan motivasi generasi muda untuk meramaikan masjid setiap waktu subuh, " ucap Fadly.
Fadly Amran juga memaparkan rencana penyelenggaraan Festival Surau sebagai kelanjutan dari Gebyar Ramadan. Berbeda dengan lomba individu, festival ini akan mengadu kreativitas antar pengurus masjid dan remaja masjid dalam mengelola kegiatan keagamaan serta digitalisasi informasi.
Sementara itu, Kabag Kesra Kota Padang, Jasman melaporkan Gebyar Ramadan tahun ini diikuti sekitar 250 peserta dari berbagai tingkatan. Lomba yang berlangsung sejak 8 Maret tersebut mempertandingkan cabang Dai Cilik, Sari Tilawah tingkat SD dan SMP, Tahfidz, hingga lomba Adzan.
“Kegiatan ini merupakan bagian penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kedekatan spiritual dengan Al-Qur’an. Seluruh rangkaian berjalan dengan penuh kebersamaan,” ujar Jasman.
Hingga saat ini, program penguatan karakter religius di Padang telah berhasil menggerakkan sekitar 60.000 siswa untuk meramaikan masjid setiap subuh. Pemerintah berharap angka tersebut terus meningkat seiring hadirnya berbagai program inovatif yang memperkuat peran masjid sebagai pusat pembinaan generasi muda.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....